Dokumen Boeing Beri Petunjuk Kerusakan Pesawat Lion Air JT-610

Menurut KNKT, Lion Air JT-610 mengalami pembacaan data angle of attack(AoA) yang berubah-ubah (mengacau) sesaat sebelum jatuh.

Jika sensor AoA membaca sudutnya terlalu besar, komputer di pesawat 737 MAX 8 akan memerintahkan stabilizer trim berputar sehingga hidung pesawat menjadi turun, mengurangi AoA, sehingga airspeed akan bertambah dan pesawat keluar dari kondisi stall.

Stabilizer trim bisa digunakan untuk membuat horizontal stabilizer pesawat (sayap kecil di ekor) berputar. Arah perputaran horizontal stabilizer ini (naik atau turun) bisa mengubah hidung pesawat naik atau turun.

Instruksi operasional Boeing jika mengalami peristiwa Runaway Stabilizer saat terbang dengan 737 MAX.

Menurut temuan awal KNKT, berdasarkan catatan kerusakan di pesawat 737 MAX 8 PK-LQP sebelum-sebelumnya, sensor yang tidak bekerja sebagaimana mestinya ini menyebabkan sejumlah indikator kerusakan pesawat di kokpit menyala.

Jenis indikator kerusakan yang bisa menyala, menurut buletin dari Boeing, antara lain indikator kecepatan yang berbeda-beda (IAS DISAGREE), ketinggian yang berbeda (ALT DISAGREE), dan tekanan diferensial hidrolik yang berlebihan di komputer elevator (FEEL DIFF PRESS).

Baca: Cegah Balatkom dan Paham Radikal

Baca: Peserta CPNS Minim Lulus Passing Grade, Billy Lombok Kritik Kualitas Pendidikan Sulut

Baca: Peserta Tes CPNS Sambut Baik Sistem Peringkat

Instruksi operasional Boeing jika mengalami peristiwa Runaway Stabilizer saat terbang dengan 737 MAX.(Boeing)
Karena temuan itu, Boeing merilis buletin operasi manual 737 MAX 8 tentang cara mengatasi situasi jika hidung pesawat tiba-tiba turun dengan sendirinya karena kesalahan data dari sensor AoA. 

Menurut Boeing, kesalahan input data dari sensor AoA ini bisa membuat sistem komputer pesawat memutar horizontal stabilizer secara perlahan selama 10 detik sehingga hidung pesawat turun.

Pergerakan trim stabilizer yang membuat hidung pesawat turun itu bisa dihentikan dan dibalik arahnya menggunakan kenop stabilizer trim elektrik yang ada di yoke (alat kemudi) pesawat.

Baca: Perancang iPhone Bikin Cincin dari Berlian Utuh Seharga Rp 2,2 Miliar

Kejadian trim stabilizer berputar pelan 10 detik yang membuat hidung pesawat turun ini akan berulang dalam 5 detik setelah kenop stabilizer trim elektrik di yoke dilepas.

Siklus hidung pesawat turun tanpa diperintah ini (runaway stabilizer) akan terus berulang, kecuali sistem stabilizer trim dinon-aktifkan lewat kedua switch STAB TRIM CUTOUT yang ada di pedestal pesawat.

Kru pesawat yang menerbangkan B737 MAX diminta untuk melakukan nonnormal checklist (NNC) tentang runaway stabilizer dan memastikan bahwa switch STAB TRIM CUTOUT disetel pada posisi CUTOUT dan tetap dalam kondisi itu selama penerbangan.

Halaman
123
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved