Robert Winerungan: Pemerintah Harus Intervensi Harga Kopra

Anjloknya harga kopra, menjadikan Sulawesi Utara darurat harga kopra. Itu disampaikan oleh Robert Winerungan Pengamat Ekonomi Sulut

Tribun manado / Alpen Martinus
Robert Winerungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Anjloknya harga kopra, menjadikan Sulawesi Utara darurat harga kopra.

Itu disampaikan oleh Robert Winerungan Pengamat Ekonomi Sulut, menyikapi harga kopra saat ini.

"Terakhir saya dapat informasi bahwa harga kopra Rp 500 ribu per kuintal, atau sekitar Rp 5 ribu per kilogram, bisa jadi sekarang di bawah itu," jelasnya.

Dengan harga seperti itu, petani kopra tidak mendapatkan keuntungan bahkan rugi, lantaran biaya pengolahan juga cukup besar.

Ia menjelaskan, bahwa kopra adalah milik petani bukan milik perusahaan, sehingga jika turun terus harganya, petani bisa tidak mendapatkan penghasilan apa-apa.

Baca: Harga Kopra di Boltim Anjlok Hingga Rp 3500

"Daya beli tidak ada, petani banyak yang tidak mau lagi mengolah kopra, dan kemiskinan akan bertambah," kata dosen Fekon Unima ini.

Apalagi Sulut merupakan daerah dengan julukan nyiur melambai. Sehingga jika tidak ditindaklanjuti, bisa jadi kedepan petani tidak mau lagi mengolah kelapa, beralih ke pekerjaan lain, dan perlahan kelapa akan hilang di Sulut.

Kondisi saat ini menjadi sebuah paradoks menurutnya, lantaran di satu sisi perusahaan membutuhkan kopra, namun di sisi lain harga kopra turun.

"Mengapa itu bisa terjadi? Sebab harga kopra di tingkat internasional juga harga kopra normal," jelasnya.

Sehingga pemerintah diharapkan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi terus anjloknya harga kopra.

"Pemerintah wajib intervensi harga kopra, cari tahu penyebabnya apa, jangan sampai ada permainan pasar, sehingga petani yang dirugikan," jelasnya.

Baca: Harga Kopra Anjlok, Wagub Tidak Percaya Penetapan Harga, Ingin Cek Langsung di Roterdam

Ia mencontohkan juga, harga minyak goreng naik terus, tapi bahan bakunya yang dari kopra turun.

"Pemerintah juga harus carikan pasar, supaya harga bisa normal, minimal petani bisa mendapatkan keuntungan biar sedikit, dan beberapa tahun lalu harga kopra bisa naik, kenapa sekarang tidak," jelas dia. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved