Dulu Bisa Kuliahkan Anak, Kini Beli sembako Saja Sulit, Petani Kopra Menjerit

Welly Kumontoy, Petani Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa mengatakan, harga kopra saat ini adalah yang terendah

Dulu Bisa Kuliahkan Anak, Kini Beli sembako Saja Sulit, Petani Kopra Menjerit
Tribun manado/Arthur Rompis
Welly Kumontoy, Petani kopra 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Welly Kumontoy, Petani Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa mengatakan, harga kopra saat ini adalah yang terendah dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

"Ini sangat rendah, " kata dia.

Disebut Welly, harga Kopra terjun bebas sejak dua pekan lalu.  Dari Rp 6000 per kilogram, Kopra turun perlahan ke Rp 5000, Rp 4000 lantas Rp 3000.

"Jangan- jangan bakal turun lagi, " kata dia.

Baca: Harga Kopra Anjlok, Wagub Sulut Bakal ke Roterdam Cek Permasalahan Kopra

Baca: Robert Winerungan: Pemerintah Harus Intervensi Harga Kopra

Ungkap dia, harga kopra anjlok menyebabkan banyak warga kehilangan pekerjaan. Sebutnya, banyak keluarga yang dihidupi dengan Kopra di wilayah tersebut.

"Harga sembako saat ini sangat tinggi, kami harus kerja, ada yang ke kebun, kerja bangunan, kerja lainnya, pokoknya agar bisa makan, " kata dia.

Dikatakannya, dahulu kopra bisa mensejahterakan warga. Ia sendiri menyekolahkan anaknya dengan hasil Kopra.

"Dua duanya berhasil, tapi kini untuk beli beras saja tak cukup," katanya.

Franki Karwur, petani lainnya menyatakan, harga kopra idealnya Rp 7000 per kilogram.
Dengan begitu, petani bisa untung. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved