Kondisi Ekonomi Konsumen Sulut Alami Peningkatan

Kondisi ekonomi konsumen di Sulawesi Utara meningkat, dibuktikan dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada triwulan III sebesar 106,19.

Kondisi Ekonomi Konsumen Sulut Alami Peningkatan
Tribunmanado
Data BPS 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID , MANADO - Kondisi ekonomi konsumen di Sulawesi Utara meningkat, dibuktikan dengan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada triwulan III sebesar 106,19.

"Peningkatan kondisi ekonomi konsumen dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dan peningkatan konsumsi, baik makanan maupun non makanan," jelas Ateng Hartono Kepala BPS Sulut, Selasa (13/11/2018).

Peningkatan indeks konsumsi makanan dan non makanan disebabkan karena berlangsungnya acara Tomohon Internasional Flower Festival, Manado Fiesta, serta berlangsungnya hari raya pengucapan syukur dan Idul Adha.

Baca: Bupati Tuntut Sangadi Untuk Berperan Aktif di Desa Masing-Masing

Acara-acara tersebut melain meningkatkan konsumsi masyarakat, juga menggerakkan beberapa lapangan usaha yang terkait di dalamnya, seperti hotel, restoran, perdagangan, persewaan, industri, dan jasa.

Peningkatan kapasitas produksi di lapangan usaha terkait pariwisata tersebut tentunya meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak di dalamnya.

Di sisi lain, optimisme konsumen menurun dibanding triwulan sebelumnya, ditandai dengan lebih rendahnya lTK triwulan III 2018 dibanding triwulan sebelumnya.

Indeks konsumsi makanan dan non makanan merupakan salah satu indeks pembangun ITK Triwulan II-2018 dan Triwulan III-2018. Baik indeks makanan maupun non makanan di triwulan III-2018 meningkat dibandingkan triwulan II-2018. Peningkatan ini ditandai dengan nilai indeks triwulan III-2018 di atas 100.

Baca: 4 Tips untuk Menghadapi Bunga KPR yang Naik

Di sisi lain, juga menunjukkan bahwa indeks konsumsi makanan tidak seoptimis triwulan sebelumnya karena besaran indeks makanan triwulan III lebih rendah dibanding triwulan II.

Kedua komoditi penyusun indeks makanan, yaitu bahan makanan dan makanan jadi meningkat dibanding triwulan 11-2018. Indeks komoditi penyusun non makanan seperti indeks pakaian, pulsa HP, pendidikan, hiburan, transportasi, dan perawatan kesehatan/salon juga meningkat dibanding triwulan sebelumnya.

"Hari raya Idul Adha dan pengucapan syukur, serta mulai berlangsungnya tahun ajaran baru turut mendongkrak peningkatan indeks komoditi-koquiti penyusun indeks makanan dan non makanan di triwulan ini," ujarnya.

Peningkatan kondisi ekonomi konsumen juga terjadi di seluruh provinsi di wilayah SULAMPUA (Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua).

Baca: Kamaru Minta Sangadi Perangi Peredaran Miras

Provinsi dengan ITK tertinggi adalah Maluku yaitu sebesar 111,82, sementara provinsi dengan ITK terendah adalah Sulawesi Tengah dengan besaran 96,38. Provinsi-provinsi yang besaran ITK-nya berada di atas ITK nasional (besaran ITK 101,23) adalah provinsi Sulawesi .Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua Barat. (Amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved