Komikus Marvel Stan Lee Meninggal Dunia, Tulisannya Soal Toleransi & Tolak Rasisme Kembali Diangkat

Tak hanya menunjukkan ungkapan bela sungkawa, warganet Twitter juga kembali mengangkat tulisan inspiratif dari Stan Lee pada tahun 1968.

Komikus Marvel Stan Lee Meninggal Dunia, Tulisannya Soal Toleransi & Tolak Rasisme Kembali Diangkat
Awesome Con (comicsbeat.com)
Legenda komik Marvel Stan Lee meninggal dunia di usia 95 tahun pada 12 November 2018 

Orang yang fanatik adalah pembenci yang tidak beralasan—orang yang membenci secara buta, fanatik, tanpa pandang bulu.

Baca: Dimulai dari Tahun 80-an, 35 Aksi Cameo Stan Lee di Film Superhero Marvel hingga Akhir Hayatnya

Jika kebenciannya pada orang kulit hitam, maka ia akan benci SEMUA orang kulit hitam.

Jika seorang berambut merah pernah menyinggungnya, ia akan membenci SEMUA yang berambut merah.

Jika orang asing memberinya pekerjaan, ia akan berlutut pada SEMUA orang asing.

Ia membenci orang-orang yang tidak pernah dilihatnya—orang-orang yang tidak pernah dikenalnya—dengan kebencian yang sama—dengan racun dengki yang sama.

Sekarang, kita tidak mencoba untuk katakan bahwa tidak masuk akal bagi seorang manusia untuk mengganggu yang lainnya.

Tapi, meski siapa pun berhak untuk tidak menyukai individu lain, penyakit sosial tersebut benar-benar tidak masuk akal, secara terang-terangan dan gilanya mengutuk sebuah ras—untuk menghina sebuah bangsa—untuk memfitnah sebuah agama.

Cepat atau lambat, jika manusia berhak atas takdir kehidupannya, kita harus memenuhi hati kita dengan toleransi. Untuk kemudian, selanjutnya, akankah kita benar-benar layak untuk jadi seperti konsep yang sudah ada bahwa kita diciptakan menurut gambaran Tuhan—Tuhan yang memanggil kita SEMUA—anak-anak-Nya."tulis Stan Lee.

(TribunWow.com/Ifa Nabila)

Editor: Siti Nurjanah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved