Keuskupan Manado

Ini Laporan Respon Keuskupan Manado Pasca-gempa dan Tsunami di Sulteng

Pastor Joy Derry, Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Manado dalam laporannya mengatakan pasca-gempa

Ini Laporan Respon Keuskupan Manado Pasca-gempa dan Tsunami di Sulteng
ISTIMEWA
Suasana Posko Santa Maria Palu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pastor Joy Derry, Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Manado dalam laporannya mengatakan pasca-gempa, likuifaksi dan tsunami tanggal 28 September 2018 yang mengakibatkan korban jiwa dan harta benda, Uskup Keuskupan Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC langsung menyerukan Gerakan Peduli Bencana Palu, Sigi dan Donggala. 

"Siang hari pada tanggal 29 september Uskup menelpon saya Ketua PSE Keuskupan Manado (Joy Derry Pr) untuk membentuk tim yang akan mengkoordinir pelayanan kemanusian masyarakat yang terdampak bencana di Sulawesi Tengah. Langkah pertama yang dilakukan bekerjasama dengan Komsos Keuskupan Manado (pst Steven Lalu pr) untuk mengumumkan seruan Uskup dan dilanjutkan dengan talk show Komisi PSE dan Relawan Laskar Iklim di Radio Montini FM Manado," katanya.

Baca: Pemuda Katolik Gelar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kaca Mata Gratis di Guaan

Ia mengatakan Komisi PSE langsung  membentuk Tim Kerja dan Posko Keuskupan Manado di Kantor Komisi PSE di Sentrum Agraris Lota (SAL), Minahasa Sulut.

Tim Kerja Posko Keuskupan Manado di SAL di pimpin oleh Sr Regina Fofid DSY (Ketua JPIC Keuskupan Manado) di bantu oleh Pastor Steven Lalu bidang keuangan dan Pastor Frans Mandagi pr bidang logistik serta didukung oleh Staf PSE, relawan Laskar Iklim dan dan KBK Kevikepan Manado. 

"Tim  keuskupan kesulitan mendapatkan informasi langsung dari lapangan karena akses telekomunikasi putus," katanya.

Ia mengatakan pasca gempa, likuifaksi dan tsunami tanggal 28 September 2018 Pastor Yohanis Salaki MSC (Pastor Paroki Sta Maria Palu) merelakan kompleks Gereja Santa Maria Palu menjadi lokasi pengungsian dan membuka dapur umum.

Baca: Jumlah Relawan dan Bantuan Nasional-Internasional Melalui Keuskupan Manado untuk Bencana Sulteng

Pastor Yohanis Salaki MSC dan Pastor Wil Thome pr (Vikep Palu) kemudian membentuk Tim Kerja untuk menangani pengungsi di Kompleks Gereja Sta Maria. 

"Pada tanggal 30 September pagi pastor Yohanis sempat menceritakan dampak bencana kepada Uskup dan kepada saya melalui telepon. Salah satu info bahwa pastor yohanis memberi makan sekitar 300 sampai 500 orang setiap hari dan kemampuan logistik paroki  Santa Maria tinggal cukup sampai hari itu juga," katanya.

Ia mengatakan setelah menerima berita itu  dirinya berusaha mengontak para pastor yang ada di luar kota palu dan yang dapat dihubungi hanya pastor Echa Mantow. 

Baca: Revi Desak Pemkab Aktifkan Pasar Boltim

"Saya meminta beliau untuk belanja keperluan dapur umum di kota raya (Kabupaten Parigi Moutong) untuk di bawa ke gereja Santa maria di Palu. Bahan makanan baru bisa tiba di Palu tanggal 2 oktober karena akses darat sudah bisa ditembus dan pada saat itu saya juga sudah tiba duluan lewat jalur udara, penerbangan Manado – Gorontalo – Palu," katanya.

Sejak 2 Oktober pos pelayanan Gereja Katolik Santa Maria tidak hanya membuka dapur umum tapi juga sudah mulai menyalurkan bantuan sembako dari umat keuskupan manado dan pun dari luar Keuskupan Manado

TONTON JUGA:

Penulis: David_Manewus
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved