Terancam Pailit, Karyawan Merpati Airlines Gelar Unjuk Rasa

Ratusan karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) bakal menggelar unjuk rasa pada 12 November-14 November 2018 di Pengadilan Niaga Surabaya.

Terancam Pailit, Karyawan Merpati Airlines Gelar Unjuk Rasa
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Merpati Nusantara Airlines di Bandara Sultan Kaharuddin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Para karyawan yang tergabung dalam Presidum Penyelesaian hak Karyawan Merpati menuntut agar proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU) yang tengah dijalani Merpati berakhir dengan homologasi alias perdamaian yang disahkan, alih-alih pailit.

Ratusan karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) bakal menggelar unjuk rasa pada 12 November-14 November 2018 di Pengadilan Niaga Surabaya.

Baca: Pebisnis Amerika Lirik Peluang Investasi di Indonesia

"Dari sabang sampai Merauke ada sekitar 1.200 karyawan Merpati yang hak ketenagakerjaannya belum ditunaikan oleh Merpati, dan berharap Merpati tidak pailit," kata Koordinator Aksi Presidium Agus Slamet Budiman seperti dikutip dari Kontan, Minggu (11/11/2018).

Merpati Nusantara Airline
Merpati Nusantara Airline ((KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES))

Kekhawatiran Agus dan karyawan Merpati lainnya sejatinya tak berlebihan. Sebab hasil voting PKPU tak mencapai kuorum untuk homologasi. Sehingga Merpati terancam pailit.

Hal itu karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang merupakan kreditor separatis (dengan jaminan) menolak perdamaian. Kemenkeu mempunyai tagihan senilai Rp 2,66 triliun, dari total keseluruhan tagihan separatis senilai Rp 3,87 triliun. Sementara sisa tagihan dimiliki oleh PT Bank Mandiri Rp 254,08 miliar, dan PT Perusahaan Pengelolaan Aset (persero) Rp 964,98 miliar.

Baca: Ingin Hidup Mewah di Akhirat, Mumi Ini Sampai Membawa Harta Benda ke Peti Matinya

Sementara secara total, tagihan PKPU Merpati mencapai Rp 10,95 triliun. Selain kreditor separatis, ada juga tagihan preferen (prioritas) senilai Rp 1,09 triliun, dan konkuren (tanpa jaminan) senilai Rp 5,99 triliun.

"Kalau yang dari institusi, atau perusahaan mungkin tidak terlalu berat. Tapi kalau kami kan dari karyawan yang sudah bekerja 25 tahun lebih, harus menanggung risiko tidak dibayar hak-haknya kan berat juga bagi mereka," sebut Agus yang merupakan karyawan bagian Teknik ini.

Makanya, Presidium akan menggelar aksi unjuk rasa sejak Senin hingga Rabu mendatang. Sebab, Rabu (14/11/2018) putusan PKPU Merpati akan dibacakan setelah mengalami penundaan selama dua kali.

Baca: Jokowi: Waktu Salaman, Saya Sudah Bisa Merasakan yang Dukung, Mana yang Enggak

Terkait aksi, Agus bilang akan ada sekitar 200-an karyawan Merpati yang berpartisipasi. Aksi ini pun disebutnya telah mendapatkan persetujuan dari Polresta Sidorajo, Polrestabes Surabaya, dan Polda Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Biro Bantuan Hukum Kemkeu Tio Serepina Siahaan enggan memberi tanggapan soal penolakan Kemkeu atas rencana perdamaian Merpati. "Kita tunggu putusan saja, ya," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Merpati Terancam Pailit, Karyawan akan Gelar Unjuk Rasa"

Editor: Hans Koswara Widjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved