Pesparani Katolik Nasional II Akan Dilaksanakan di Kupang pada 2020

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih tuan rumah Pesparani II pada 2020 mendatang

Pesparani Katolik Nasional II Akan Dilaksanakan di Kupang pada 2020
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Suasana Penutupan Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih tuan rumah Pesparani II pada 2020 mendatang

Hal ini diungkapkan Art Merung, Sekretaris III Bidang Pendidikan Pelatihan dan Penelitian Pengembangan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Daerah (LP3KD) Sulut juga pelatih kepala kontingen Pesparani Sulut bersama Joudy Aray

Penentuan NTT berdasarkan hasil keputusan dalam Musyarawah Nasional (Munas) LP3KN,  yang dikonsultasikan bersama dengan otoritas Gereja Katolik yakni Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan keuskupan terkait. Hal itu juga berdasarkan  keputusan dari Kementerian Agama (Kemenag).

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisihkan DKI Jakarta sebagai calon tuan rumah.

 

Baca: Sulut Juara II Paduan Suara Dewasa Pria di Pesparani, Ini Kata Pelatih

Baca: Pesparani Pertama Sukses, Ketua Kontingen Sulut Edwin Kindangen Ucapkan Terima Kasih

Baca: Kontingen Pesparani Sulut Dulang Sukses, Ini Komentar Ketum LP3KD Sulut Wenny Lumentut

Kontingen Sulut memasuki panggung utama Pesparani Nasional Pertama Katolik di Kota Ambon, Minggu (28/10/2018).
Kontingen Sulut memasuki panggung utama Pesparani Nasional Pertama Katolik di Kota Ambon, Minggu (28/10/2018). (tribun manado)

Ketua Umum LP3KN Adrianus Eliasta Meliala, menyampaikan, alasan utama adalah soal kesediaan dari pemerintah daerah (Pemda) untuk menjadi tuan rumah.

Tawaran menjadi tuan rumah telah disampaikan sejak lama. Calon tuan rumah yakni Sumut (Sumatra Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.

“Hingga saat Munas kemarin, hanya dua Provinsi yang membawa surat dari Gubernur masing-masing. Untuk NTT, malah ada surat dari DPRD dan surat dari Uskup Kupang (Mgr Petrus Turang, Uskup Agung Kupang-red.),” kata Adrianus dilansir dari Hidupkatolik.com 

Adrianus menerangkan Pesparani dibuat dua tahun setelah pesparani pertama (rencananya tiga tahun) semata-mata agar tahun pelaksanaan Pesparani dapat berbeda dengan Pesparawi. Ia berharap NTT bisa belajar dari Maluku

 “Pesparani I Maluku telah menetapkan benchmark (patokan- red.) yang cukup tinggi. Tentu ada kelemahan, meskipun Pesparani pertama sudah amat baik. Hal itulah yang harus dilampaui oleh NTT,” kata Adrianus.

Baca: Ini Komentar Beberapa Pelatih Sulut Terkait Prestasi Kontingen Sulut di Pesparani Katolik

Baca: Jemmy Lesar Sebut Perhatian Keuskupan Amboina kepada Kontingen Pesparani Sulut Luar Biasa

Baca: Keuskupan Amboina Jamu Kontingen Pesparani Sulut

Sementara itu Pesparani nasional kedua diputuskan dibuat di Kupang, ibu kota Propinsi NTT.

"Saya  salah satu   kontingen NTT  yang ikut dalam Pesparani  di Ambon  dan   hadiri  seminar nasional.  Kupang ditetapkan menjadi  tuan rumah  Pesparani  Nasional  kedua  tahun 2020,” kata  Ketua  LP3K  Sikka,  Dr Gery  Gobang, S.Fill, MA, kepada  POS-KUPANG.COM.

 
Gery mengatakan sudah ada keputusan dalam Munas  LP3KN   yang dibawa ke sidang Konferensi  Wali Gereja  Indonesia   (KWI).   Beberapa orang uskup  termasuk  Uskup  Amboina,  Mgr Petrus  Cansius   Mandagi hadir  dalam  Munas   setuju  Pesparani kedua diadakan di NTT.

Gery  mengatakan, kesepakatan Munas LP3KN telah   disetujui  KWI  dan   Kementrian Agama RI  menetapkan NTT  tuan rumah Pesparani Nasional  kedua. 

TONTON JUGA:

Penulis: David_Manewus
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved