Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemerintah Jepang Membuka Kesempatan Besar untuk Pekerja Asing

Pemerintah Jepang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pekerja asing untuk bekerja dan tinggal di Jepang.

Editor:
japantimes.2xx.jp
Aisekiya Jepang 

TRIBUNMAMADO.CO.ID - Menurunnya angka kelahiran, dan tingginya jumlah pekerja lokal yang memasuki usia lanjut, membuat pemerintah Jepang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pekerja asing untuk bekerja dan tinggal di Jepang

Hal ini berdampak juga pada program pemagangan yang diselenggarakan berbagai perusahaan di Jepang.

Pemagang yang semula hanya diberikan waktu maksimal 3 tahun sekarang diijinkan selama 5 tahun.

Ojigi atau membungkukkan badan di Jepang.
Ojigi atau membungkukkan badan di Jepang. (jp.bloguru.com)

“Pemagang yang telah menyelesaikan pemagangan 5 tahun dapat melamar kerja sebagai pekerja setelah mereka memiliki kualifikasi bahasa Jepang yang dipersyaratkan (bahasa Jepang level 2/ N2) sehingga mereka bisa tetap di Jepang ataupun dapat kembali ke Indonesia berwirausaha dan membuka lapangan kerja,” kata Direktur Bina Pemagangan, Asep Gunawan dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut disampaikannya seusai kunjungan pada perusahaan penerima peserta pemagangan, PT Isuzu Motor ltd, di Fujisawa, Jepang (6/11/2018), setelah sebelumnya mengunjungi perusahaan pengirim OS Selnajaya.

Baca: Cedera, Pelari Jepang ini Terpaksa Merangkak Menuju Timnya

 “Pemerintah Jepang membutuhkan tenaga kerja asing dan peserta pemagangan dalam jumlah besar di sektor-sektor tertentu karena negara tersebut mengalami defisit jumlah tenaga kerja,” jelas Asep.

Sementara itu Sasaki Ryota, Assistant Manager Labour Relation Departement, PT Isuzu Motor ltd, Pabrik Fujisawa menuturkan nilai positif peserta magang Indonesia, seperti absensi yang baik, jarang telat dan tidak mendadak bolos kerja.

“Selain itu pemagang asal Indonesia lebih prima, ceria, jujur dan mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Jepang (sederhana) dari pada pemagang asal negara lain,” ujar Sasaki.

Namun menurutnya, ada yang harus diperbaiki dari pemagang asal Indonesia, pengetahuan mereka minim mengenai musim di Jepang seperti teriknya cuaca di musim panas.

Baca: Sampah Plastik Bisa Jadi Bahan Bakar Minyak

“Peserta magang Indonesia yang berada disini (Isuzu) ada sebanyak 60 orang dari total jumlah 120. Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut,” terang Sasaki.

Pemagang dan insinyur Indonesia banyak bekerja di prefektur Shizuoka, Aichi dan Fukuoka (sektor industri manufaktur khususnya otomotif), lbaraki (pertanian, perkebunan, peternakan), Miyagi, Hokkaido dan Okinawa (perikanan).

Pemagang Indonesia yang masih berada di Jepang sekitar 19.000 orang. Selain dari Indonesia, Jepang mendatangkan pemagang dari Bangladesh, India, Kamboja, Laos, Mongolia, Myanmar, Nepal, Sri Langka, Thailand, Tiongkok, Uzbekistan dan Vietnam. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved