Peternak Babi Terancam Gulung Tikar, Lock Kojongian Ingin Jagung Impor Juga untuk Sulut

Lock FX Kojongian, tokoh yang berkecimpung di bidang peternakan Sulawesi Utara (Sulut) menginginkan agar Jagung bukan hanya untuk Jawa saja.

Peternak Babi Terancam Gulung Tikar, Lock Kojongian Ingin Jagung Impor Juga untuk Sulut
ISTIMEWA
Lock FX Kojongian. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Lock FX Kojongian, tokoh yang berkecimpung di bidang peternakan Sulawesi Utara (Sulut) menginginkan agar Jagung bukan hanya untuk Jawa saja.

Ia menanggapi berita soal pemerintah pusat yang memetakan lokasi penempatan impor jagung sebanyak 100 ribu ton.

Jagung impor yang akan ditujukan ke sentra produksi ternak ayam dan telur rencananya akan dialokasikan ke tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga kabupaten Boyolali, Blitar, Kabupaten Bandung.

"Gubernur harus berupaya supaya Sulut juga harus mendapat jatah. Karena harga jagung di Sulut saat ini sudah Rp 6.000 dan Konga Rp 2.500 di tingkat petani," katanya.

Ia mengatakan kebijakan pemerintah pusat akan mempengaruhi para peternak babi dan Ayam yang ada di Sulut terutama untuk daerah Minahasa. Apalagi saat ini dengan adanya bencana di Sulteng banyak babi-babi yang sudah tidak terpelihara dengan baik masuk sulut. 

"Dua hal mempengaruhi hal ini. Pertama masuknya babi luar daerah akan mempengaruhi program pembersihan hock colera yang sebenarnya sudah tidak ada tapi sulut butuh surat resmi dari pemerintah yang anggarannya milyaran rupiah," katanya.

Yang kedua menurutnya akan membuat hancurnya harga babi di Sulut.

Makanan babi saat ini sudah naik dua kali dari beberapa bulan lalu.

"Pemerintah harus perhatikan peternak jika tidak peternak Sulut gulung tikar. Desember bakal kekurangan babi dan Ayam. Jika impor hanya untuk Jawa maka hasil ternak dari luar yang penuhi Manado di bulan Desember," katanya.

(Tribun Manado/David Manewus)

Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved