Ma'ruf Amin Menyasar Rizieq Shihab yang Sebut Jokowi Terlalu Fokus Pencitraan

Seperti yang diutarakan Rizieq Shihab saat menyampaikan pesan kepada Jokowi di video unggahan akun Youtube FRONT TV.

Ma'ruf Amin Menyasar Rizieq Shihab yang Sebut Jokowi Terlalu Fokus Pencitraan
TRIBUN MEDAN
Kolase Jokowi-Maruf Amin 

"Pertama, apakah saya yang menempelkan poster tersebut? Saya katakan bukan.

Kedua pertanyaannya apakah saya tahu orang atau pihak yang menempelkan poster tersebut.

Lalu saya jawab dengan tegas dan singkat saya tidak tahu.

Kemudian pertanyaan ketiga, apakah saya ada menduga atau mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang mencelakai saya.

Sehingga saya memiliki masalah dengan keamanan Saudi.

Pada bagian ketiga ini, saya bercerita cukup panjang," ujar Rizieq.

Dia mengaku menjelaskan posisinya dan upaya-upaya pihak tertentu untuk mencelakai dirinya dan keluarga.

Menurut Rizieq, polisi menggali pertanyaan ketiga hingga tengah malam.

"Karena sudah lewat tengah malam, pihak kepolisian meminta saya istirahat dan menginap saja di sana karena ada beberpa bagian yang harus dirapikan terkait admistrasi," ujarnya.

Rizieq mengaku saat di kantor polisi, dia diperlakukan sebagai korban, bukan pelaku kejahatan.

Lebih lanjut, Rizieq mengatakan saat dirinya sudah mau pulang dan tinggal menandatangani berkas-berkas, pihak utusan dari Konjen datang.

"Jadi urusan sudah selesai, utusan dari Konjen pun ikut bersama saya pulang ke rumah saya, sehingga saya bisa bercerita apa-apa yang saya dimintai keterangan," kata Rizieq.

Kepolisian Saudi Arabia Marah

Habib Rizieq mengaku dirinya datang ke kepolisian Saudi Arabia untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Akan tetapi, sesampainya di sana, Rizieq mengatakan pihak kepolisian Saudi Arabia marah dan tersinggung lantaran ada orang yang sengaja menempelkan poster, kemudian memotret dan melaporkannya.

Menurut Rizieq, polisi Arab Saudi memintanya untuk melaporkan balik para pelaku.

Terlebih saat Rizieq diperiksa, ada orang yang diam-diam memotretnya dengan sangat fokus dan mengirimkannya ke Indonesia, sehingga muncul pemberitaan dirinya ditangkap.

"Mereka tersinggung, dan kecewa, karena apa yang mereka lakukan kepada saya sebenarnya hanya rutinitas biasa, ada poster dipasang di sebuah rumah, kemudian dipanggil yang punya rumah, itu rutinitas standart.

Karena poster apa pun, tidak boleh dipasang di rumah-rumah Saudi Arabia, itu peraturan negara," kata dia.

Simak selengkapnya dalam video di bawah ini, mulai menit ke 2.15.

Diketahui, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel membenarkan berita soal pengamanan Habib Rizieq Shihab (HRS), Rabu (7/11/2018).

Dari rilis yang diterima TribunWow.com berita tersebut mulanya diketahui Dubes RI untuk Arab Saudi saat tengah malam pada Senin (5/11/2018).

Akan tetapi, penangkapan Habib Rizieq Shihab dilakukan kepolisian Mekkah pada 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Menurut keterangan Agus, kepolisian mendatangi kediaman Habib Rizieq Shihab karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis pada dinding bagian belakang rumah HRS.

Habib Rizieq kemudian dijemput oleh kepolisian Makkah dan Mabahis ammah (intelijen umum, General Investigation Directorate GID) lalu dibawa ke kantor polisi pukul 16.00 waktu Arab.

Setelahnya kepolisian mengadakan pemeriksaan pada Habib Rizieq.

Agus mengaku pihaknya mengetahui berita penangkapan HRS melalui aparat keamanan di Mekkah yang menghubungi melalui telepon.

Hingga waktu subuh, Selasa (6/11/2018) Dubes terus menghubungi koleganya yang ada di Arab untuk memastikan keadaan HRS.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi juga memastikan kabar tersebut dan meminta pihak Dubes untuk terus mendampingi HRS.

Dubes pun memerintahkan DIPPASSUS (Diplomat Pasukan Khusus) yang merupakan gugus tugas reaksi cepat untuk berangkat ke Mekkah dan memastikan kabar HRS.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis ‘Aamah (intelijen umum), HRS diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada hari Selasa, (06/11/2018) sekira pukul 16.00 WAS.

Pukul 20.00 WAS, HRS keluar dari tahanan kepolisian didampingi oleh Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Media sosial juga dipantau oleh pihak keamanan Arab Saudi dan pelanggaran IT merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Agus khawatir bila yang dituduhkan pada Rizieq berkaitan dengan keamanan Kerajaan Arab Saudi yang bisa terancam.

Karena, apabila hal tersebut yang dutuduhkan, maka lembaga yang akan menangani adalah lembaga super body Saudi yang ada di bawah Raja yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security.

(Tribunnews.com/ TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved