Bahaya dari Plak Gigi yang Sering Diabaikan

Plak pada gigi biasanya timbul akibat seringnya mengonsumsi makanan yang lengket dan kebiasaan dari sikat gigi yang buruk.

Bahaya dari Plak Gigi yang Sering Diabaikan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Plak pada gigi biasanya timbul akibat seringnya mengonsumsi makanan yang lengket dan kebiasaan dari sikat gigi yang buruk.

Plak pada gigi bisa menyebabkan peradangan gusi yang berujung pada timbulnya berbagai penyakit di organ tubuh lain.

Menurut drg Sri Angky Soekanto dari Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Universitas Indonesia, penumpukan plak yang tidak diberikan tindakan dapat berbahaya.

Baca: Berikut 7 Fakta Aruba, Negara Bagian Kerajaan Belanda di Laut Karibia

"Penyakit gusi atau karies dapat terjadi karena adanya timbunan plak yang terbentuk dari kumpulan bakteri dan sisa-sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi," ujar perempuan yang akrab disapa Angky ini pada Jumat (09/11/2018) di Jakarta.

Setidaknya ada lima tanda umum jika gusi Anda bermasalah.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Gusi yang lebih merah dari biasanya, nyeri, bengkak, sering berdarah, dan bau napas yang tidak sedap dapat menjadi tanda yang menyarankan kamu untuk segera ke dokter gigi.

Bila terlambat, sekadar menyikat gigi tidak akan bisa mengubah kondisi ini dan kamu harus meminta penanganan dokter.

Baca: (VIDEO) Viral! Guru Di-bully Siswa di Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan Telusuri Kebenaran

"Plak yang tidak dihilangkan dapat mengeras dan membentuk tartar yang tidak bisa dihilangkan dengan menyikat gigi. Hanya pembersihan profesional oleh dokter gigi atau ahli kesehatan gigi yang dapat mengangkat tartar, itulah mengapa ke dokter gigi itu penting," ujar Angky.

Pada fase awal yang tidak begitu parah, gusi kamu mungkin hanya mengalami peradangan atau gingivitis dan tidak berpengaruh pada yang lain.

Namun, ketika ini sudah terlambat, kondisi ini bisa menyebabkan periodontitis yang dapat menyebar ke anggota tubuh lain.

Ilustrasi pemeriksaan gigi
Ilustrasi pemeriksaan gigi (Internet)
Halaman
12
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Hans Koswara Widjaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved