Serie A
(VIDEO) Info Live Streaming, Prediksi dan Sejarah AC Milan vs Juventus, Senin 12 November
Tribunmanado.co.id menyajikan informasi siaran langsung, live streaming, video highlight dan hasil pertandingan AC Milan vs Juventus
TRIBUNMANADO.CO.ID - AC Milan vs Juventus pertandingan Liga Italia. Tribunmanado.co.id menyajikan informasi siaran langsung dan live streaming dan hasil pertandingan Serie A. Link streaming akan aktif saat pertandingan dimulai. *) Setelah masuk ke link, klik Watch Now! Lalu pilih channel dan scrool ke bawah
Kedua tim memiliki juru gedor. Pada era 2000an, Alessandro Del Piero menjadi striker Juventus yang kerap membobol gawang Milan
Peringkat 4 AC Milan akan menjamu peringkat 1 dan juara bertahan Juventus di San Siro pada giornata 12 Serie A 2018/19, Senin (12/11/2018). Di atas kertas, Juventus lebih diunggulkan meski main tandang.
Namun bukan berarti Milan pasti kalah. Justru ada celah bagi Milan untuk menentang arus, membalikkan prediksi, dan memaksa Juventus menelan pil pahit berupa kekalahan.
Melihat posisi di klasemen, performa, maupun kedalaman skuat, Juventus lebih unggul daripada Milan. Terlebih lagi, Milan takkan diperkuat kapten Leonardo Bonucci di jantung pertahanan. Pemain yang hingga musim lalu masih berseragam Juventus itu harus absen melawan mantan timnya setelah dikartu merah kontra Genoa.
Top skorer
Kedua tim memiliki juru gedor. Pada era 2000an, Alessandro Del Piero menjadi striker Juventus yang kerap membobol gawang Milan.
Total, dia mengemas tujuh gol ke gawang Milan. Sebaliknya, di kubu Milan ada nama Andriy Shevchenko yang menorehkan enam gol ke gawang Juventus.
Menengok ke belakang, ada nama Felice Borel dan Giampiero Boniperti striker Juventus era 1940an yang mampu membobol gawang Milan sebanyak sembilan gol.
Akan tetapi striker legendaris Milan Jose Altafini tetap menjadi pemain yang paling sering mencetak gol ketika menghadapi Juventus.
Tercatat, sudah 13 gol yang ia torehkan ke gawang Bianconeri. Secara keseluruhan dari 1958 -- 1965, Altafini menorehkan 120 gol.
Pada era saat ini, Paulo Dybala berpeluang menambah catatan golnya ke gawang Milan. Sejauh ini, pemain asal Argentina itu sudah mengemas dua gol ke gawang Milan.
Tapi tampaknya semua itu akan berbeda setelah kedatangan manusia rekor, Cristiano Ronaldo. Dengan kemampuan mencetak gol 50-60 per musim, tampaknya 13 gol Jose Altafini bakal cepat terlewati.
Milan menyudahi dahaga kemenangan atas Juventus
Milan sempat kesulitan meraih kemenangan atas Juventus khususnya di pentas Liga Italia Serie A. Rossoneri sempat mencatatkan empat kemenangan berturut-turut di Serie A antara 6 November 1960 hingga 11 Maret 1962.
Sebaliknya, Juventus pernah menikmati tujuh kemenangan beruntun atas Milan. Situasi itu terjadi dari 21 April 2013 hingga 9 April 2016.
Beruntung, Milan memiliki gelandang potensial yakni Manuel Locatelli. Ia menyudahi dahaga kemenangan atas Juventus setelah mencetak gol kemenangan pada Oktober tahun lalu.
Namun, tahun ini dan tahun sebelumnya Milan tercatat belum pernah menang dari Juventus. Fakta yang terjadi, Juventu selalu menang atas Milan baik di Serie A atau Coppa Italia.
Laga antara Milan kontra Juventus tak melulu berakhir dengan skor tipis. Kedua tim sama-sama pernah meraih kemenangan dengan skor mencolok.
Terakhir kali Milan meraih kemenangan telak terjadi pada Februari 1950. Kala itu, mereka menang dengan skor 7-1. Lima dari tujuh gol yang tercipta ditorehkan oleh trio Swedia "Gre-No-Li" yakni Gunnar Gren, Gunnar Nordahl dan Nils Liedholm.
Namun, 47 tahun berselang, Juventus membalas kekalahan memalukan tersebut. Tepatnya pada April 1997, Juventus menang dengan skor 6-1 di San Siro.
Saat itu, Vladimir Jugovic dan Christian Vieri mencetak dua gol, dan dua gol lagi dipersembahkan oleh Zinedine Zidane dan Nicola Amoruso.
Penampilan terbanyak
Kiper Juventus Gianluigi Buffon menjadi pemain yang paling banyak tampil pada pertandingan AC Milan dan Juventus. Ia mencatatkan 27 kali penampilan sepanjang berseragam Juventus.
Pencapaian itu lebih banyak satu pertandingan dari Del Piero dan dua pertandingan dari Paolo Maldini yang mewakili Milan.
Data dan Fakta Prediksi AC Milan vs Juventus:
Milan vs Juventus (Serie A)
Pertandingan: 165
Milan menang: 50
Imbang: 54
Juventus menang: 61
Rekor kandang Milan vs Juventus (Serie A)
Pertandingan: 83
Menang: 28
Imbang: 33
Kalah: 22
Terancam Diboikot
Pertandingan AC Milan vs Juventus tampaknya selalu mendapat halangan, setelah sebelumnya di ajang Supercoppa Italia, kini di Serie A.
Baca: Hasil Pertandingan Liga Italia - 2 Gol Romagnoli Penentu Pertandingan AC Milan vs Genoa
Fan Juventus kabarnya akan memboikot laga kontra AC Milan pada pekan ke-12 Liga Italia, Minggu (11/11/2018).
AC Milan akan menjamu Juventus pada giornata ke-12 Liga Italia musim ini di Stadion San Siro, Minggu (11/11/2018) waktu setempat.
Fan Juventus kabarnya akan memboikot laga dan tak akan hadir di San Siro pada laga kontra AC Milan tersebut.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap harga tiket yang menurut mereka sangat mahal.
Dilansir BolaSport.com dari media Italia, Calciomercato, boikot ini dilakukan oleh salah satu grup suporter Juventus yang mereka tuliskan lewat unggahan di Facebook.
Harga tiket untuk fan Juventus pada laga tandang tersebut kabarnya mencapai 75 euro atau setara 1,2 juta rupiah.
"Cukup. Harga 75 euro untuk melihat Milan-Juve dari ring tribun ketiga adalah tamparan terhadap passion. Ini tak bisa diterima, Anda tak bisa terus-terusan memeras kantong fan Juventus," tulis kelompok suporter Curva Sud Juventus.
"Kami meminta maaf kepada tim yang dengan kemampuan luar biasa menghormati seragam Juventus. Cinta kami, terpatahkan hanya karena harga tinggi, tak akan pernah gagal."
Harga tinggi untuk suporter tim tamu bukan barang baru di Liga Italia.
Hal sama terjadi pada laga Inter Milan konta AC Milan beberapa waktu lalu.
Saat itu Inter yang bertindak sebagai tuan rumah memasang harga super tinggi untuk fan AC Milan.
Hal ini berakhir dengan rekor baru pemasukan dari tiket dari laga derby della madonnina.
Kasus Jamal Khashoggi Ancam Laga Juventus vs AC Milan
Pertandingan Supercoppa yang mempertemukan dua klub raksasa Italia, Juventus dan AC Milan, terancam batal dilaksanakan di Arab Saudi. Hal tersebut dikarenakan desakan publik menyusul kematian salah satu jurnalis ternama, Jamal Khashoggi.
Padahal empat bulan lalu, pihak penyelenggara Serie A Liga Italia menyepakati kerja sama dengan Arab Saudi untuk menggelar pettandingan Supercoppa. Kabarnya, kontrak yang disepakati kedua belah pihak bernilai tujuh juta euro dan berdurasi sekitar tiga sampai lima tahun ke depan.
Partai Supercoppa pertama akan diselenggarakan pada bulan Januari mendatang. Laga yang direncanakan berlangsung di King Fahd International Stadium tersebut akan mempertemukan Juventus selaku juara Serie A dan AC Milan, sang runner-up Coppa Italia.
Seperti dilansir dari bola.net, Namun pertandingan itu mendapatkan pertentangan dari Allan Hogarth, seorang kepala bidang amnesti Internasional Inggris. Ia menganggap laga tersebut akan menjadi ajang 'cuci tangan' Arab Saudi terkait kasus kematian Jamal Khashoggi.
"Jelas bahwa negara seperti Arab Saudi sadar akan potensi olahraga untuk melakukan kebijakan menata ulang citra negara dengan halus," ujar Hogarth dikutip dari Football Italia.
"Bahkan sejak sebelum pembunuhan mengerikan Jamal Khashoggi, Arab Saudi punya catatan buruk terhadap hak asasi manusia. Tim besar seperti Juventus dan Milan harus paham dalam acara olahraga di negara itu bisa menjadi bentuk dari Sportwashing," lanjutnya.
"Kami meminta klub Italia ini berpikir dua kali soal sinyal yang dikirimkan untuk penggemar sepak bola di seluruh dunia, dan aktivis berani yang membela hak asasi di Arab Saudi," tandasnya.
Kasus kematian Jamal Khashoggi sedang menjadi topik hangat di tengah-tengah publik belakangan ini. Dalam beberapa laporan, disebutkan bahwa pemerintah Arab Saudi terlibat dalam rencana pembunuhan jurnalis veteran tersebut.
Kolumnis asal Washington Post itu dikenal sering menyatakan kritikan keras terhadap pemerintah Arab Saudi. Tak hanya lewat media, ia juga kerap melancarkan serangan melalui sosial media Twitter.
Imbas dari kematiannya tidak hanya menyentuh sepak bola saja. Dua petenis dunia, Rafael Nadal dan Novak Djokovic, juga sedang dalam tekanan karena berencana melakukan pertandingan ekshibisi di Arab Saudi bulan depan.
AC Milan Tidak Takut
Pertandingan lanjutan Liga Italia yang mempertemukan dua tim raksasa, AC Milan vs Juventus pada giornata ke-12 akan berlangsung, Senin (12/11/2018) di Stadion San Siro.
Penjaga gawang AC Milan Pepe Reina mendesak timnya untuk menjalani laga Liga Italia mereka melawan Juventus, Senin (12/11), tanpa rasa takut.
AC Milan asuhan Gennaro Gattuso akan menghadapi ujian besar saat menyambut juara Italia itu di San Siro. Mereka baru saja melakoni empat pertandingan tak terkalahkan usai imbang 1-1 melawan Real Betis pada pertandingan Liga Europa, Jumat (9/11) dini hari.
Reina mengakui Si Nyonya Tua adalah tim yang sangat kuat, tetapi mengatakan timnya tidak perlu takut ketika menghadapi skuad asuhan Massimiliano Allegri itu.
“Dengan semua kerendahan hati dan rasa hormat, kami sadar mereka (Juventus) adalah tim yang kuat, tetapi kami menghadapi mereka tanpa rasa takut, karena kami percaya pada diri kami sendiri,” katanya kepada Sky Sport Italia.
“Kami bermain dengan dukungan penuh seluruh pendukung kami di San Siro dan kami harus melakukan yang terbaik untuk mendapatkan tiga poin.”
Bantu Donnarumma Berkembang
Juventus unggul enam poin di puncak klasemen Serie A setelah memenangkan 10 dari 11 laga perdana musim mereka.
Milan naik ke urutan keempat usai meraih tiga kemenangan beruntun di liga dan Reina merasa mereka jauh lebih baik setelah melewati periode yang sulit.
“Saat mengalami masa-masa sulit, Anda harus melewati itu untuk menjadi lebih kuat,” tandasnya. “Sekarang, kami harus terus seperti ini.”
Reina menggunakan pengalamannya di pertandingan Liga Europa, tetapi juga bekerja sama dengan Gianluigi Donnarumma dalam pelatihan.
“Kami semua bekerja bersama dan bersenang-senang, karena kami semua ingin menjadi lebih kuat. Tujuan saya adalah membantu Gigio (Donnarumma), karena dia memiliki kualitas untuk menjadi penjaga gawang yang fenomenal.”
AC Milan Dilanda Badai Pemain Cedera
Kubu AC Milan memang dipaksa harus mengakhiri laga lawan Real Betis dengan hasil imbang 1-1 saja saat main sebagai unggulan. Nyaris dipermalukan, tendangan bebas Suso beruntung gagalkan keunggulan Real Betis yang sebelumnya hadir melalui gol Giovani Lo Celso.
Kerugian besar Rossonerri di laga ini adalah dua datang dari pemain mereka, Mateo Musacchio dan Hakan Calhanoglu yang mengalami cedera. Sosok Musacchio bahkan sempat kehilangan kesadaran saat bertubrukan dengan Franck Kessie. Sementara itu Calhanoglu terekam kamera harus ditarik keluar karena masalah di pergelangan kakinya.
Tribunmanado.co.id menyajikan informasi siaran langsung, live streaming, video highlight hasil pertandingan sepakbola, MotoGp, Formula 1 dan berita seputar dunia olahraga.