Terlalu Berorientasi Ponsel Pintar, Ini Risiko yang Membayangi Milenial

Ponsel pintar atau perangkat elektronik sejenisnya hampir tak pernah lepas dari keseharian manusia saat ini. Terutama generasi milenial

Terlalu Berorientasi Ponsel Pintar, Ini Risiko yang Membayangi Milenial
Ilustrasi 

Dwi mengatakan, mungkin pengetahuan mereka akan pentingnya pola hidup sehat sudah cukup baik, namun belum diimbangin dengan perbuatan yang nyata. Kesehatan masih dijadikan sebagai tren, bukan gaya hidup sehari-hari.

"Coba, banyak kan yang ke gym buat foto-foto. Mengabaikan kesehatan, overstressed, suka begadang," kata Dwi.

Stres yang berlebihan itu yang harus dikurangi. Dwi mengatakan, milenial harus mencari pelarian stres selain dengan makanan, nongkrong di kafe, maupun clubbing. Ia mendorong manajemen stres dengan sesuatu yang lebih sehat, misalnya berolah raga.

"Karena kalau stres, bisa sakit. Kebanyakan meninggal muda karena dua itu, stres dan gaya hidup tidak sehat," kata dia.

Baca: Jam Tangan Pintar Gantikan Tren Smarphone yang Meredup

Dokter Grace Joselini mengatakan, sekitar 60-80 persen penduduk Indonesia di usia produktif kurang melakukan aktivitas fisik. Padahal, banyak cara mudah memulai olah raga yakni mulai dengan minimal 30 menit per hari melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang untuk membantu menjaga kesehatan.

Sebagai langkah awal bisa dengan jalan cepat, jogging, dan lari yang mudah dilakukan kapan dan di mana saja.

"Mulai sekarang coba lebih banyak bergerak, jangan duduk lebih dari dua jam. Kebanyakan duduk risiko kesehatannya sama dengan merokok karena mendorong potensi kanker, diabetes, dan struk," kata Grace.

Artikel di tribunmanado.co.id ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terlalu Berorientasi Gawai, Ini Risiko yang Membayangi Milenial"

Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved