Pengacara Penentang Presiden Duterte Ini Tewas Ditembak

Seorang pengacara Filipina yang dikenal sebagai penentang kampanye anti-narkoba Presiden Rodrigo Duterte

Pengacara Penentang Presiden Duterte Ini Tewas Ditembak
Shutterstock
Ilustrasi penembakan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pengacara Filipina yang dikenal sebagai penentang kampanye anti-narkoba Presiden Rodrigo Duterte dilaporkan tewas ditembak.

Benjamin Ramos ditembak orang tak dikenal saat meninggalkan kantornya di pusat kota Kabankalan, Pulau Negros, Selasa malam waktu setempat (6/11/2018).

Al Jazeera memberitakan Rabu (7/11/2018), dia menderita tiga luka tembak di dada atas serta punggung, dan dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Polisi menyatakan, mereka tengah mendalami kasus tersebut.

Apalagi sebelumnya pengacara berusia 56 tahun itu menerima ancaman mati.

Baca: 7 Artis Ini Belanja Sendiri di Pasar, Ada Sarwendah hingga Nagita Slavina, Mana Favoritmu?

New York Times via Sydney Morning Herald melaporkan, Ramos merupakan pendiri organisasi Persatuan Nasional Pengacara Rakyat (NUPL).

Organisasi tersebut memperjuangkan klien yang keluarganya menjadi target polisi, militer, maupun death squads dalam operasi pemberantasan narkoba yang dicanangkan Duterte.

Ramos menjadi pengacara ke-34 yang tewas dibunuh sejak Duterte berkuasa di 2016.

Pemimpin NUPL Edre Olalia mengecam pembunuhan tersebut.

Baca: Diskusi Ahok Sambil Main Pop Corn, Film A Man Called Ahok Digandrungi Generasi Milenial Manado

"Kami sangat terganggu, terkejut, dan marah dengan pembunuhan berencana tersebut, ini merupakan masa-masa yang berbahaya," terang Olalia dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Halaman
12
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved