Kementerian ESDM Serahkan Bantuan Konversi BBM ke BBG Pada Nelayan Manado

Kementerian ESDM memberikan paket bantuan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan di Kota Manado

Kementerian ESDM Serahkan Bantuan Konversi BBM ke BBG Pada Nelayan Manado
Istimewa
Pemerintah pusat melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral memberikan paket bantuan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan di Kota Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah pusat melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral memberikan paket bantuan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada nelayan di Kota Manado.

Penyerahan bantuan dalam bentuk kapal perikanan tersebut berlangsung di lokasi Tempat Pelelangan Ikan Tumumpa, Kecamatan Tuminting, Kamis (8/11) pagi. Ini merupakan program kemitraan Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR-RI.

Staf Khusus Menteri ESDM Irjen Pol Widyo Sunaryo mengatakan, pemberian bantuan bagi nelayan di Kota Manado telah melalui tahap verifikasi sesuai kriteria penerima bantuan.

Baca: Nelayan di Minut Langsung Coba Paket Konversi BBM ke BBG

Baca: Nelayan Bersyukur Dapat Mesin Konversi BBM ke BBG oleh Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR

"Ada kreteria bagi nelayan yang menerima bantuan yaitu nelayan yang memliki kapal di bawah 5 GT atau setara dengan 13 tenaga kuda," ujarnya.

Kemudian nelayan ini tidak menggunakan kegiatannya secara ilegal atau menggunakan jarring-jaring yang dilarang dalam penangkapan ikan, termasuk menggunakan bom. Juga kriteria penerima bantuan yakni belum pernah mendapatkan bantuan sejenis seperti ini.

Tujuan Kementerian ESDM mengonversi BBM ke BBG untuk menghemat devisa. Indonesia masih mengimpor 1,4 Juta barel per hari. Sementara hasil dalam negeri hanya 8.500 barel per hari.

"Jadi kita masih impor sekitar 700.000 barel per hari. Jadi bayangkan dikali sekian Dolar dan dia akan terus naik kalau tidak diambil langkah untuk menghemat, di antaranya dengan konversi dari BBM ke BBG," ujarnya.

Ia pun berharap bantuan tersebut tidak dijual karena hanya diberikan secara gratis. Tampak hadir Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Bara Hasibuan Walewangko. (fin)

Penulis: Finneke
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved