Breaking News:

Jerry Sambuaga Ngaku Kaget Saat Tahu RUU Pesantren Atur Sekolah Minggu dan Katekisasi

Jerry Sambuaga mengaku kaget ketika tahu ada RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang memuat aturan soal katekisasi dan sekolah minggu

Tribun manado / Finneke Wolajan
Jerry Sambuaga 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Personel DPR RI dari Partai Golkar, Jerry Sambuaga mengaku kaget ketika tahu ada Rancangan Undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan yang memuat aturan soal katekisasi dan sekolah minggu pada Pasal 69 dan 70.

"Saya kaget mengapa ada RUU yang mengandung pasal-pasal yang polemik," ujarnya saat berbincang dengan sejumlah awak media di cafe di Kawasan Megamas Manado, Kamis (8/11).

Jerry Sambuaga adalah orang pertama yang melayangkan protes atas pasal 69 dan 70 tersebut. Jerry langsung memberikan pernyataan di media nasional, kemudian mengikuti pernyataan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"RUU ini jangan sampai membuat kegaduhan. Yang mengatur soal pesantren itu bagus, pemerintah memberi perhatian. Apalagi pesantren memberikan kontribusi besar untuk Indonesia. Tapi jangan sama ratakan dengan sekolah minggu dan katekisasi," katanya.

Baca: Ini Pendapat Immanuel Tular, Staf Ahli DPR RI Soal RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Baca: Ini Masukan KWI soal RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Komisi yang mengeluarkan RUU ini adalah Komisi VIII, sementara Jerry berasal dari Komisi I. Namun ia punya tanggung jawab moral melakukan protes terhadap RUU tersebut.

"Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi Golkar, satu fraksi dengan saya. Saya langsung berkoordinasi terkait RUU ini. Kalau bisa, jangan sampai Pasal 69 dan 70 bisa menjadi Undang-undang," ujarnya.

Jerry menyatakan hampir pasti Pasal 69 dan 70 RUU Pesantren ini tak akan lanjut. Sebab eksekutif sendiri telah membuat draf sandingan yang mengakomodasi suara-suara masyarakat dalam polemik RUU ini.

"RUU ini masih di baleg, kemungkinan besar akan dibahas setelah reses 19 - 20 November. Kami akan kawal ini," jelasnya.

Dalam RUU ini menyebutkan katekisasi dan sekolah minggu masuk kategori pendidikan formal. Sehingga negara mengatur syarat kepesertaan, keberlangsungan dan operasional pendidikan formal ini. RUU ini menuai kontra dari masyarakat Kristiani yang dengan tegas menolak RUU tersebut. (fin)

Penulis: Finneke
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved