Lalu Lintas Udara Cukup Padat, Beginilah Cara Pesawat Mencegah Tabrakan Satu Sama Lain

Mengingat begitu padatnya lalu lintas udara, bagaimana pesawat-pesawat tersebut bisa menghindari insiden tubrukan satu sama lain?

Lalu Lintas Udara Cukup Padat, Beginilah Cara Pesawat Mencegah Tabrakan Satu Sama Lain
flightradar24.com
Ilustrasi rute penerbangan di dunia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dengan begitu banyaknya jadwal penerbangan setiap hari, tentu lalu lintas udara pasti sangat padat.

Terlebih pada rute penerbangan populer seperti Melbourne ke Denpasar atau London ke New York.

Ini artinya ada banyak pesawat yang melintas di rute yang sama.

Seperti di jalanan, tentu jalur penerbangan di udara bisa padat.

Terlebih area jetstream itu hanya memiliki ketinggian sekitar lima kilometer dan dan lebar 160 kilometer.

Itu berarti ada banyak pesawat yang terkonsentrasi di sebagian kecil langit di waktu yang sama.

Mengingat begitu padatnya lalu lintas udara, bagaimana pesawat-pesawat tersebut bisa menghindari insiden tubrukan satu sama lain?

Pada dasarnya, semuanya bermuara pada kontrol lalu lintas udara (Air Traffic Control).

Di atas Samudera Atlantik, misalnya, para perencana di Kanada dan Skotlandia menyepakati adanya sekitar 10 jalur alias 'jalan raya' di langit setiap hari, yang diprogram ke dalam autopilot masing-masing pesawat.

Kapten pilot meminta trek/jalur yang diinginkan, dan ketika sedang tidak menggunakan radar, mereka menggunakan serangkaian koordinat untuk melacak progress perjalanan pesawat dan melaporkan lokasi melalui radio.

Mereka harus mempertahankan separasi atau selisih sekitar 10 menit dari pesawat lain yang melakukan perjalanan dalam rute yang sama, atau 15 menit dari pesawat yang melintasi jalur mereka.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Editor: Siti Nurjanah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved