Dinsos Sulut Bantah Fasilitas Rehabilitasi Napza Tampusu Terbengkalai, Rico: Ada 15 Klien Dirawat

Dinsos Sulut membantah Gedung Rehabilitasi IPWL Direktorat RSKP Napza Kemensos yang berlokasi di Desa Tampusu,tak beroperasi.

Dinsos Sulut Bantah Fasilitas Rehabilitasi Napza Tampusu Terbengkalai, Rico: Ada 15 Klien Dirawat
documen Tribun Manado

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Sosial Provinsi Sulut membantah Gedung Rehabilitasi IPWL Direktorat RSKP Napza Kemensos yang berlokasi di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Provinsi Sulawesi Utara tak beroperasi.

Rico Wilar, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos mengatakan, baru dua bulan terakhir ini aktif.
"Itu tempat rehab sudah ada, ada kliennya (korban narkoba)," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Rabu (07/11/2018).

Baca: Temuan Inspektorat 10 Desa Belum Selesai Pekerjaan Fisik, Mieke: Diberi Waktu 60 Hari Selesaikan

Kelihatannya saja kosong tapi di dalam ada aktivitas, menurut Rico, tidak sembarang orang bisa masuk ke fasilitas tersebut harus ada izin

"Kan tidak boleh masuk ada klien di dalam. Tidak bisa masuk sembarang karena ada protap, klien dilindungi privasinya," ujar dia.

Di fasilitas itu selain klien ada juga pekerja sosial konselor dan sekuriti.

Baca: Vicky: Pemkot Dituntut Makin Responsif Rumuskan Solusi Permasalahan Kota

"Kalau datang paling juga dicegat sekuriti," ujar dia

Fasilitas memang baru dua bulan belakangan ini bisa dimanfaatkan, setelah 2 tahun berdiri belum ada dana operasional.

Rico mengatakan, baru ada 15 eks pengguna narkoba yang direhab.

Anggaran rehab pun masih tergolong kecil, bantuan dari pusat.

Baca: Gubernur Olly Dondokambey Dampingi Megawati Jadi Pembicara di The KOR-ASIA Forum 2018 Korea Selatan

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved