Angka Bunuh Diri Siswa di Jepang Makin Mengkhawatirkan

Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan bahwa jumlah ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 1986.

IST/TheJapanTimes
Guru memberikan konseling sambil membawa foto korban perundungan yang akhirnya bunuh diri di Ibaraki School, Jepang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah survei menunjukkan bahwa kasus bunuh diri yang dialami anak-anak di Jepang mencapai titik tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan bahwa selama tahun 2016 hingga Maret 2018, tercatat 250 siswa usia sekolah dasar hingga SMA yang melakukan bunuh diri.

Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan bahwa jumlah ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 1986.

Guru memberikan konseling sambil membawa foto korban perundungan yang akhirnya bunuh diri di Ibaraki School, Jepang.
Guru memberikan konseling sambil membawa foto korban perundungan yang akhirnya bunuh diri di Ibaraki School, Jepang. (IST/TheJapanTimes)

Baca: Tes Kepribadian - Karekter Seseorang Dilihat dari Pilihan Musim Kesukaannya

Meski begitu, dilansir dari BBC, Selasa (6/11/2018), anak-anak yang memutuskan bunuh diri biasanya mengalami masalah keluarga, kecemasan akan masa depan, serta perisakan.

Dari laporan Kantor Kabinet Jepang tahun 2015, diketahui bahwa kasus bunuh diri di kalangan anak dan remaja sejak tahun 1972-2013, terjadi pada 1 September atau bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah.

Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved