Waspadai Ujaran Kebencian, Fenomena Trump Bisa Terjadi di Indonesia

Psikolog Taufik Pasiak menilai ujaran kebencian yang marak akhir-akhir ini termasuk fenomena trup yang bisa terjadi di indonesia

Waspadai Ujaran Kebencian, Fenomena Trump Bisa Terjadi di Indonesia
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Psikolog Taufik Pasiak menilai ujaran kebencian yang marak akhir-akhir ini termasuk fenomena trup yang bisa terjadi di indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID - Psikolog Taufik Pasiak menilai ujaran kebencian yang marak akhir akhir ini bisa menghasilkan pemilu yang tidak berkualitas.

"Ujaran kebencian bisa memicu kemarahan, kemarahan dapat membuat seseorang menentukan pilihan berdasarkan emosional, hal itu menyebabkan pemilu menghasilkan pemimpin yang tidak berkualitas," kata dia kepada Tribun Manado via ponsel, Selasa (6/11) pagi.

Menurut Pasiak, eksploitasi unsur kemarahan nampak jelas dalam pemilu Amerika Serikat.

Donald Trump dari partai Republik dalam kampanyenya berulangkali menyebut kata bunuh dalam kampanyenya.

"Itu rupanya membuat rakyat Amerika secara emosional menjatuhkan pilihan pada Trump," kata dia.

Pasiak mengamati fenomena kemarahan dalam kontestasi politik saat ini.

Menurut dia, sejumlah tokoh dalam beberapa kesempatan mengeksploitasi kemarahan warga dan warga kehilangan rasionalitas dengan tidak melihat visi dan rekam jejak calon tersebut.

"Melainkan terbawa dalam arus kemarahan," kata dia.

Pasiak meminta penyelenggara Pilkada untuk bisa mengawasi serta menindak ujaran kebencian yang lagi marak akhir akhir ini.

"Agar pemilu bisa berkualitas, " kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Ferra Faradila Rizki
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved