Rasio Profitabilitas Bank Besar Melambat

Pertumbuhan keuntungan bank melambat. Ini tercermin dari return on asset (RoA) yang dicetak sepuluh bank besar sampai kuartal 3 2018

Rasio Profitabilitas Bank Besar Melambat
kontan
Bank Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Pertumbuhan keuntungan bank melambat. Ini tercermin dari return on asset (RoA) yang dicetak sepuluh bank besar sampai kuartal 3 2018. Data RoA kesepuluh ini berasal dari laporan keuangan publikasi dan diurutkan berdasarkan total aset.

Hasilnya, 10 bank besar sampai kuartal 3 2018 mencatat kenaikan RoA 5 basis poin (bps) menjadi 2,24 persen. Angka pertumbuhan itu lebih kecil dibandingkan pertumbuhan di periode yang sama tahun lalu, yaitu 33 bps menjadi 2,19 persen. Dari 10 bank besar itu, hanya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA) dan Bank OCBC NISP yang mencetak angka pertumbuhan RoA.

Baca: Perbankan kian Deras Mengucurkan Kredit ke Pegawai

Meski mencatat pertumbuhan rasio profitabilitas yang kian mini, pengelola bank besar masih optimistis bisa mencapai target profitabilitas sampai akhir tahun.

BCA berusaha mempertahankan rasio profitabilitas (RoA) sampai akhir 2018 sebesar 3,86 persen. Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA mencatat RoA sampai kuartal ketiga 2018 sebesar 3,86% atau naik 3 bps dibandingkan periode sama 2017 3,83 persen.

"RoA merupakan hasil dari bauran penempatan aset yang ada," kata Jan, Senin (5/11). Penempatan dan optimalisasi aset ini akan dilakukan pengelola BCA dengan mempertimbangkan faktor seperti risiko dan kecukupan likuiditas.
Sedang Bank BNI sudah menyiapkan strategi untuk menjaga rasio profitabilitas.

Caranya adalah mengimplementasikan beberapa strategi ekspansi secara selektif pada aset yang memiliki yield atau imbal hasil yang tinggi.

Baca: Transaksi Repo Perbankan Masih Terbatas

Anggoro Eko Cahyo, Direktur Keuangan BNI bilang untuk meningkatkan RoA, BNI akan fokus dalam peningkatan kualitas aset serta peningkatan recovery asset. "Selain itu ada upaya untuk terus melakukan efisiensi biaya hingga menghasilkan pendapatan yang lebih optimal," kata Anggoro, Senin (5/11).

RoA BNI sampai September 2018 stabil di kisaran 2.8 persen. Kondisi ini menunjukkan BNI mampu mencetak pendapatan seiring dengan pertumbuhan earning asset yang tinggi.

Aset BNI per September 2018 tumbuh 14,3 persen per tahun, sedang kredit tumbuh 15,3 persen year-on-year untuk periode sama yang sama.

Baca: Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran Menjadi Magnet Kredit Perbankan

Bank OCBC NISP menargetkan RoA sampai akhir 2018 sebesar 2,1 persen. Untuk mencapai ini bank akan mengoptimalkan sumber profitabilitas. Sampai September 2018, RoA bank sebesar 2,18 persen.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP menuturkan RoA dipengaruhi besaran aset dan laba yang diperoleh. Strategi OCBC NISP untuk meningkatkan RoA antara lain meningkatkan penyaluran kredit dan menjaga kualitas kredit, selain melakukan efisiensi operasional, seperti memanfaatkan perkembangan teknologi.(Kontan)

Editor: Herviansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved