Trump: Republik Memproduksi Pekerjaan, Demokrat Memproduksi Rakyat Jelata

Obama menuduh Kongres yang didominasi Republik berupaya membatalkan kebijakan-kebijakan dan kemajuan yang dicapai pemerintahannya

Trump: Republik Memproduksi Pekerjaan, Demokrat Memproduksi Rakyat Jelata
AFP
Donald Trump dan Barack Obama 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON DC - Dua hari sebelum pemilu paruh waktu yang akan memperebutkan kontrol Kongres Amerika Serikat, sejumlah tokoh berkampanye, Minggu (4/11/2018).

Selasa (6/11/2018), rakyat AS akan memilih 435 anggota DPR dan 35 dari 100 kursi Senat, serta sejumlah gubernur negara bagian, dan para pejabat lokal.

Melansir warta Voice of America, Senin (5/11/2018), Presiden Donald Trump memimpin kampanye mendukung kandidat Republik di Georgia dan Tennessee pada Minggu.

Pemilu Selasa bisa dianggap sebagai referendum atas dua tahun pertamanya menjabat.

Baca: Mengapa Ekonomi Bagus Presiden Trump Tak Angkat Elektabitas Republik?

Ketika berkampanye untuk mendukung kandidat Gubernur Georgia dari Partai Republik, Brian Kemp, Trump mengatakan, "Para Demokrat radikal akan menghancurkan ekonomi dan masa depan." 

Presiden mengatakan kepada massa, "Republik memproduksi pekerjaan, Demokrat memproduksi rakyat jelata."

Dia memperingatkan warga Georgia bahwa kandidat gubernur dari Partai Demokrat, Stacey Abrams -- yang berupaya menjadi perempuan kulit hitam pertama sebagai seorang gubernur AS -- akan mengubah negara bagian itu menjadi Venezuela.

Berkampanye untuk Senator Demokrat Joe Donnelly di Gary, Indiana, mantan Presiden Barack Obama mengatakan pemerintahan Demokratnya yang memulai pemulihan ekonomi setelah resesi hebat pada 2008.

Baca: Usaha Terakhir Trump dan Obama Rebut Hati Rakyat Jelang Pemilu Paruh Waktu

Obama mengatakan dia menciptakan lebih banyak pekerjaan dalam 21 bulan terakhirnya dibandingkan Presiden Trump dalam 21 bulan pertamanya.

Obama menuduh Kongres yang didominasi Republik berupaya membatalkan kebijakan-kebijakan dan kemajuan yang dicapai pemerintahannya.

Dia juga mengolok-olok Trump karena mengatakan akan membantu rakyat kecil, tapi kemudian memberikan keringanan pajak yang besar bagi orang kaya.

Para pengamat politik memprediksi Demokrat akan memenangkan kontrol DPR pada pemilihan Selasa nanti, sementara Republik akan mempertahankan dominasi yang tipis di Senat. (*)

Sumber: VOA

Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved