Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sikap Politik Kanye West dan Jebloknya Penjualan Yeezy Boost 700

Penjualan sneakers terbaru karya Kanye West, Yeezy Boost 700 "Mauve" tidak segemilang sepatu-sepatu edisi sebelumnya.

Editor: Fernando_Lumowa
INSTAGRAM/TWITTER
Kanye West 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penjualan sneakers terbaru karya Kanye West, Yeezy Boost 700 "Mauve" tidak segemilang sepatu-sepatu edisi sebelumnya.

Banyak pihak yang lalu berspekulasi, lemahnya penjualan sepatu terbaru ini akibat sejumlah pandangan politik Kanye West, serta kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sejumlah sumber yang dekat dengan Kanye dan juga tim penyokong Yeezy jelas membantah rumor itu.

Mereka mengatakan, penjualan Yeezy Boost 700 "Mauve" relatif sama dengan versi sebelumnya, jika dihitung secara kuantitas.

Bedanya adalah, sepatu "Mauve" ini diproduksi lebih banyak dibandingkan siluet terdahulu, sehingga masih banyak tersedia di pasaran. 

Kendati demikian, Selasa lalu, Kanye West kembali menggunakan akun Twitter-nya, dan mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia politik.

Dalam unggahan itu dia mengungkapkan sebaris kalimat yang mengejutkan. Kanye mengaku sebagai orang yang mengenalkan Candace Owens -seorang aktivis politik konservatif AS dengan orang yang membuat logo.

"Namun mereka tak mau ada nama mereka pada logo itu, sehingga mereka memakai nama saya. Tapi saya tak pernah mau diasosiasikan dengan Blexit, tak ada yang bisa saya perbuat tentang ini."

Blexit adalah kependekan dari "black exit", yang merujuk kepada gerakan politik untuk memobilisasi warga keturunan Afrika di AS agar tak lagi mendukungpartai demokrat.

Sebenarnya, terminologi itu telah dipakai dalam banyak konteks, khususnya yang menyangkut warga kulit hitam di AS.

Namun, Blexit kali ini dipakai secara khusus dalam kaitan dengan gerakan bernuansa politik yang dibangun oleh Candace Owens, Direktur Komunikasi Kelompok Advokasi Konservatif, Turning Point USA.

Nah, pernyataan Kanye di Twitter itu menjadi semacam sanggahan terkait dengan pandangan publik yang mengaitkan rapper AS itu dengan gerakan politik Blexit.

“Mata saya sekarang terbuka lebar, dan lalu menyadari bahwa saya telah dipakai untuk menyebarluaskan pesan yang sebenarnya tak ku percayai juga," ungkap Kanye West.

"Saya memutuskan untuk mengambil jarak dengan politik, dan sepenuhnya menaruh perhatian untuk menjadi kreatif," begitu bunyi kalimat yang diunggah Kanye.

Tentang angka penjualan sneakers terbaru yang dikabarkan jeblok, mungkin dapat dipastikan kembali saat Yeezy 500 “Salt” diluncurkan pada 30 November mendatang.

Harus dilihat, apakah produk Yeezy yang biasanya selalu laris manis meski dijual dengan harga selangit, akan laku sesuai skenario Kanye West dan timnya.

Selain itu, seperti diberitakan laman Hypebeast, ada pula kabar yang beredar, Kanye akan mewujudkan kolaborasi dengan Big Baller Brand.

Big Baller Brand adalah perusahaan besar di AS yang merancang, membuat, dan memasarkan pakaian dan sepatu. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved