Sikap Politik Kanye West dan Jebloknya Penjualan Yeezy Boost 700

Penjualan sneakers terbaru karya Kanye West, Yeezy Boost 700 "Mauve" tidak segemilang sepatu-sepatu edisi sebelumnya.

Sikap Politik Kanye West dan Jebloknya Penjualan Yeezy Boost 700
INSTAGRAM/TWITTER
Kanye West 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penjualan sneakers terbaru karya Kanye West, Yeezy Boost 700 "Mauve" tidak segemilang sepatu-sepatu edisi sebelumnya.

Banyak pihak yang lalu berspekulasi, lemahnya penjualan sepatu terbaru ini akibat sejumlah pandangan politik Kanye West, serta kedekatannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sejumlah sumber yang dekat dengan Kanye dan juga tim penyokong Yeezy jelas membantah rumor itu.

Mereka mengatakan, penjualan Yeezy Boost 700 "Mauve" relatif sama dengan versi sebelumnya, jika dihitung secara kuantitas.

Bedanya adalah, sepatu "Mauve" ini diproduksi lebih banyak dibandingkan siluet terdahulu, sehingga masih banyak tersedia di pasaran. 

Kendati demikian, Selasa lalu, Kanye West kembali menggunakan akun Twitter-nya, dan mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia politik.

Dalam unggahan itu dia mengungkapkan sebaris kalimat yang mengejutkan. Kanye mengaku sebagai orang yang mengenalkan Candace Owens -seorang aktivis politik konservatif AS dengan orang yang membuat logo.

"Namun mereka tak mau ada nama mereka pada logo itu, sehingga mereka memakai nama saya. Tapi saya tak pernah mau diasosiasikan dengan Blexit, tak ada yang bisa saya perbuat tentang ini."

Blexit adalah kependekan dari "black exit", yang merujuk kepada gerakan politik untuk memobilisasi warga keturunan Afrika di AS agar tak lagi mendukungpartai demokrat.

Sebenarnya, terminologi itu telah dipakai dalam banyak konteks, khususnya yang menyangkut warga kulit hitam di AS.

Halaman
12
Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved