Breaking News:

Jika Menginap di Hotel Ini, Tamu Dijemput dengan Pesawat Amfibi

Untuk menarik perhatian lebih banyak turis, berbagai pengembang resor berbondong-bondong merancang bangunan dengan konsep unik.

Editor: Fernando_Lumowa
Istimewa
Tak hanya kaca, material sepeti semen, baja, dan akrilik melengkapi struktur bangunan hotel. (Justin Nicholas) 

Pada 2005, mimpi arsitek Ahmed Salem untuk membuka restoran bawah laut pertama tercapai. Tempat makan premium ini merupakan bagian dari Conrad Maldives Rangali Island.

Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati makanan kelas atas bersama dengan berbagai makhluk di bawah air.

Seakan tak cukup, Saleem kemudian memiliki keinginan untuk merancang hotel di bawah laut. Tahun ini, mimpi tersebut akhirnya terwujud berupa The Muraka.

Nama The Muraka sendiri berarti koral dalam bahasa lokal. Tak hanya kaca, material sepeti semen, baja, dan akrilik melengkapi struktur bangunan hotel.

Berat hotel 600 ton

Seluruh bagian tubuh hotel dirakit di Singapura. Selain itu, material akrilik yang digunakan berasal dari produsen terkenal di Jepang, Nippura.Co.

Pengunjung dapat merasakan sensasi membersihkan diri di tengah lautan berisi ikan yang berenang.
Pengunjung dapat merasakan sensasi membersihkan diri di tengah lautan berisi ikan yang berenang.(Conrad Maldives)

Kemudian struktur seberat 600 ton tersebut diletakkan di sebuah kapal khusus yang akan membawanya ke kedalaman laut. Badan hotel juga dikaitkan pada 10 tumpukan beon untuk menjaganya agar tidak bergerak.

 Untuk menuju ke bawah, pengunjung dapat menggunakan lift atau tangga spiral. Tangga tersebut juga terbuat dari kaca akrilik rancangan firma Yuji Yamazaki Architecture.

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved