Presiden Korsel: Kim Jong Un Mungkin Akan Kunjungi Rusia

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyampaikan bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kemungkinan akan melakukan kunjungan ke Rusia.

Presiden Korsel: Kim Jong Un Mungkin Akan Kunjungi Rusia
(AFP/Jung Yeon-je)

TRIBUNMANADO.CO.ID-Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyampaikan bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kemungkinan akan melakukan kunjungan ke Rusia.

Pernyataan Moon datang pada Kamis (1/11), di tengah situasi ketegangan diplomatik yang mulai mencair antara kedua negara di wilayah Semenanjung Korea.

"Tampaknya kunjungan Ketua Kim ke Rusia dan kunjunjgan ke Korea Utara oleh Presiden (China) Xi Jinping akan segera terjadi," ujar Presiden Moon.

Moon, dalam kesempatan yang sama, juga menyampaikan bahwa ada kemungkinan pertemuan Kim dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Selain ke Rusia, Moon menyebutkan bahwa Ketua Kim akan segera berkunjung ke Seoul, Korea Selatan.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan kembali hasil pertemuan ketiga antara Moon dan Kim di Pyongyang pada September lalu, yang salah satunya menyebutkan bahwa pemimpin Korut itu akan mengunjungi Seoul dalam waktu dekat, meski tanpa memberikan tanggal tertentu.

Presiden Moon lantas mengisyaratkan bahwa kunjungan oleh Kim Jong Un ke Korea Selatan dimungkinkan terjadi dalam tahun ini, sembari menyampaikan bahwa semenanjung tengah mendekati garis awal bersejarah menuju perdamaian.

Kunjungan kembali ketua Kim Jong Un ke Seoul akan segera terjadi," kata Moon.

Meski demikian Moon tidak memberikan rincian lebih lanjut akan rencana sejumlah agenda kunjungan dan pertemuan tersebut. Demikian diberitakan AFP.

Sebelumnya pada pekan lalu, antara dua Korea telah menyepakati untuk menghapus senjata dari zona demiliterisasi, Panmunjom, termasuk menarik petugas di pos perbatasan.

Situasi dan hubungan diplomatik antara dua Korea telah semakin membaik pada tahun ini

Antara Korea Utara dengan Selatan sempat terjadi peperangan pada 1950-1953. Peperangan selama tiga tahun tersebut berhenti dengan kesepakkatan genjatan senjata dan belum dengan perjanjian damai, sehingga secara teknis kedua negara masih berperang.

Namun di bawah pakta yang ditandatangani oleh para menteri pertahanan dua Korea, semua kegiatan permusuhan di sepanjang perbatasan akan berhenti sejak 1 November, termasuk latihan militer di darat, laut, maupun udara.(kps)

Editor: Herviansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved