Perwakilan Umat Katolik dari Semua Provinsi Bergoyang Bersama di Lapangan Merdeka

Sampai Jumat (02/11/2018) setelah tengah malam suasana Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku, masih ramai.

Perwakilan Umat Katolik dari Semua Provinsi Bergoyang Bersama di Lapangan Merdeka
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Suasana Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku, Jumat (02/11/2018) dini hari, masih ramai. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMBON - Sampai Jumat (02/11/2018) setelah tengah malam suasana Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku, masih ramai.

Umat Katolik dari berbagai propinsi bercampur baur di tengah lapangan.

Setelah pembacaan juara Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani), semua berkumpul di tengah lapangan tanpa dikomando. Mereka awalnya menari Ge Mu Fa Mi Re bersama.

Selesai Ge Mu Fa Mi Re, mereka semua menari Tobelo. Semua serentak bergoyang bersama.

Umat Katolik dari berbagai daerah lain di luar Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku, tempat asal lagu, tampak sulit dikenali. Kekompakkan gerakan di saat suasana lapangan yang agak gelap membuat semuanya seperti terlihat sama.

Banyak lagu yang dimainkan. Semua bergoyang bersama juga untuk lagu "Meraih Bintang" Via Vallen.

"Ini Pesta," kata Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Pesparani (LP3KD) Sulawesi Utara Joula Makarawung sejak awal Pesparani. Ia mengutip Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Ignatius Suharyo saat misa pembukaan.

(Tribun Manado/David Manewus)

Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved