Ini Sebelas Kelompok Ekonomi yang Sebabkan Inflasi Sulut
Ada sebelas kelompok ekonomi yang menyebabkan Inflasi di Sulawesi Utara (Sulut) pada Oktober 2018.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Indry Panigoro
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ada sebelas kelompok ekonomi yang menyebabkan Inflasi di Sulawesi Utara (Sulut) pada Oktober 2018.
Sebelas kelompok tersebut yaitu kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, sandang dan pendidikan, rekreasi dan olahraga.
Baca: Kelompok Ekonomi ini Masih Alami Deflasi
Laju inflasi pada bulan Oktober 2018, terutama disebabkan oleh laju inflasi kelompok bahan makanan yang mencatatkan inflasi sebesar 0,96 persen dengan menyumbangkan andil inflasi sebesar 0,22 persen.
Baca: Olly Makan Malam dengan Taruna Akademi Angkatan Udara
"Inflasi kelompok bahan makanan
terutama disebabkan oleh kembali meningkatnya harga komoditas tomat sayur yang sempat menyentuh harga terendahnya pada tahun ini," jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Sulawesi Utara Soekowardojo, Jumat (02/11/2018).
Baca: OJK Sulutgomalut Apresiasi PKK Bitung yang Aktif di Bursa Saham
Komoditas tomat sayur sendiri
menyumbangkan andil inflasi sebesar 0,10 persen.
Berkurangnya suplai di pasar juga
menjadi salah satu alasan komoditas cabai rawit dan tindarung masing-masing
menyumbangkan andil inflasi sebesar 0,09 dan 0,06 persen.
Baca: Jelang Natal, TPID dan Bank Indonesia Siapkan Pengendalian Inflasi
Di sisi lain, komoditas bawang merah, anggur dan pisang menahan laju inflasi dengan menyumbangkan andil
deflasi masing-masing sebesar -0,07 persen, -0,04 persen, dan -0,04 persen.
Inflasi juga didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang menyumbangkan inflasi sebesar 0,17 persen dengan menyumbangkan andil inflasi sebesar 0,05 persen.
Baca: Sulut Alami Inflasi pada Oktober 2018
Inflasi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar disumbangkan oleh inflasi yang terjadi pada komoditas seng dengan andil inflasi bulanan sebesar 0,05 persen.
Tingginya permintaan seng diperkirakan menjadi sebab meningkatnya harga komoditas seng pada bulan Oktober 2018. (Amg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/caption_20180927_142637.jpg)