Trump Ingin Kerahkan 15 Ribu Tentara ke Perbatasan Cegah Migran Masuk

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat pernyataan terkait fenomena ribuan karavan migran

(AFP/JIM WATSON)
Presiden AS Donald Trump.(AFP/JIM WATSON) 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat pernyataan terkait fenomena ribuan karavan migran yang sedang bergerak menuju perbatasan.

Dia mengatakan, AS bisa saja mengirim 15 ribu tentara ke perbatasan AS-Meksiko untuk menghentikan kedatangan para migran, yang disebutnya sebagai kelompok migran berbahaya.

Keamanan di perbatasan bagian selatan jarang melibatkan pasukan tugas aktif, sementara 15 ribu tentara sama dengan yang dikerahkan AS dalam perang di Afghanistan.

Baca: Warga Pittsburgh Tak Sukai Trump, Menyamakannya dengan Nazi

Saat ini, pemerintahan Trump telah mengirim lebih dari 5 ribu  pasukan ke perbatasan. "Kami akan menaikkan jumlahnya antara 10 ribu sampai 15 ribu personel militer," katanya, Rabu (31/10/2018), seperti diwartakan AFP.

"Mereka adalah sekelompok orang yang berbahaya. Mereka tidak bisa masuk ke negara kita," ucapnya

Seperti diketahui, sebagian besar karavan migran berasal dari Amerika Tengah yang dilanda kemiskinan. Mereka berusaha menuju AS melalui Meksiko.

Baca: Foxman usai Tragedi Pittsburgh: Trump Adalah Ancaman bagi Demokrasi dan Yahudi

Trump memanfaatkan isu "invasi" migran dalam kampanyenya bagi kandidat Partai Republik untuk pemilihan legislatif paruh waktu pada Selasa depan.

Para penentangnya menyebut retorika terhadap migran itu sangat mengkhawatirkan dan bahkan diwarnai dengan rasisme.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyebut fenomena karavan migran sebagai krisis yang belum pernah terjadi di Perbatasan Selatan.

Baca: Palestina Tolak Tawaran Perdamaian yang Diajukan Trump

Sepanjang tahun ini, sudah ada 400 ribu migran gelap yang dicegat. Namun, angka tersebut hanya 25 persen dari jumlah pada tahun 2.000.

Kementerian menyatakan, hampir semua migran gelap pada 2.000 merupakan orang dewasa lajang.Sementara, pada tahun ini sekitar setengahnya datang bersama keluarga atau juga anak di bawah umur yang tidak didampingi orang dewasa.(kps)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved