Rupiah Tertolong Katalis RAPBN 2019: Aluminium Terseret Perang Dagang

Rupiah kembali bangkit terhadap dollar AS pada Rabu (31/10). Di pasar spot, rupiah menguat 0,14% ke Rp 15.203 per dollar

Rupiah Tertolong Katalis RAPBN 2019: Aluminium Terseret Perang Dagang
antara
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani (kanan) berjabat tangan dengan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo usai rapat paripurna penyampaian RAPBN 2019 di gedung DPR RI, Rabu (31/10/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rupiah kembali bangkit terhadap dollar AS pada Rabu (31/10). Di pasar spot, rupiah menguat 0,14% ke Rp 15.203 per dollar Amerika Serikat (AS).

Data JISDOR menunjukkan, mata uang Garuda menguat 0,07% ke Rp 15.227 per dollar AS. Pergerakan rupiah ini jadi penguatan terbaik dibanding mata uang Asia lainnya.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto menilai, penyebab penguatan rupiah karena Bank Indonesia (BI) mampu mengelola pasar valas dengan baik, sehingga kebutuhan dollar AS dapat terpenuhi.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, laporan kinerja emiten kuartal III-2018 yang positif membantu penguatan rupiah.

Namun, ada kekhawatiran lain dari Eropa. "Data pertumbuhan ekonomi Eropa tidak sesuai ekspektasi. Prediksi awal sebesar 1,8%, namun di kuartal III-2018 hanya 1,7%," jelas dia.

Faktor eksternal tersebut yang menurut David, membuat rupiah melemah tipis di Rp 15.190-
Rp 15.250 per dollar AS. Sedangkan Andri juga memperkirakan melemah di Rp 15.190-Rp 15.250.

Katalis RAPBN 2019

Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut. Rabu (31/10), indeks acuan saham domestik ini ditutup naik 0,74% ke level 5.831. Investor asing mengakumulasi pembelian bersih alias net buy terbesar di tahun ini, yaitu Rp 1,53 triliun.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menilai, indeks mendapat katalis positif dari pengesahan RAPBN 2019. Sebab, dalam rancangan itu, tingkat pertumbuhan ekonomi masih ditargetkan sekitar 5,3%. Inflasi tahunan akan dijaga stabil di kisaran 3,5%, dengan mendorong konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor.

Nilai tukar rupiah ditargetkan di kisaran Rp 15.000 per dollar AS. "Angka tersebut menimbulkan ekspektasi outlook ekonomi tahun depan cukup positif," kata Valdy, Rabu.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved