Diet Rendah Garam, Sama Buruknya dengan Makan Terlalu Banyak Garam?

Sebuah meta analisis, misalnya, menemukan kaitan antara rendahnya asupan garam dengan penyakit kardiovaskular dan kematian.

Diet Rendah Garam, Sama Buruknya dengan Makan Terlalu Banyak Garam?
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Rasa makanan yang gurih dan asin seakan punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia.

Banyak orang cenderung lebih menyukai rasa asin ketimbang manis.

Itulah mengapa sampai muncul istilah "generasi micin" yang mengacu pada kesukaan sebagian besar masyarakat Indonesia terhadap makanan atau cemilan yang rasanya asin dan gurih.

Sodium, elemen kunci yang ditemukan pada garam sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan cairan di tubuh, transportasi oksigen dan gizi, serta berperan dalam memainkan impuls saraf.

Namun, kebanyakan orang mengkonsumsinya terlalu banyak dari jumlah yang dianjurkan. Dan itu bisa memunculkan masalah kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI menyarankan konsumsi garam per hari tidak melebihi 2.000 mg natrium/sodium atau 5 gram (1 sendok teh).

Mungkin kita tak menyadarinya karena garam seringkali sudah terkandung dalam makanan yang kita beli atau santap.

Tubuh akan menahan air ketika kita mengkonsumsi garam.

Hal itu akan memicu peningkatan tekanan darah hingga kita membuang garam tersebut lewat air seni.

Konsumsi terlalu banyak garam pada periode yang panjang berpotensi meningkatkan aliran darah pada pembuluh arteri dan menyebabkan darah tinggi (hipertensi).

Halaman
1234
Tags
diet
garam
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved