Sopir Taksi Online Dituntut 9 Tahun Penjara lantaran Rampok dan Rencanakan Asusila ke Penumpangnya

Di tengah jalan, Deddy disuruh oleh Fauzi untuk segera beraksi merampok harta benda milik NS namun jangan meraba tubuh korban.

Sopir Taksi Online Dituntut 9 Tahun Penjara lantaran Rampok dan Rencanakan Asusila ke Penumpangnya
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sopir taksi online, Deddy dan Fauzi dituntut sembilan tahun penjara karena merampok dan berupaya melecehkan penumpangnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sopir Taksi Online Dituntut 9 Tahun Penjara lantaran Rampok dan Rencanakan Asusila ke Penumpangnya

Aksi tak pantas dilakukan oleh Deddy dan Fauzi yang berprofesi sebagai sopir taksi online.

Kedua pemuda bersahabat ini tega merampok dan berencana melakukan asusila terhadap korbannya yang tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang pada Mei 2018.

Mulanya peristiwa itu, Fauzi (29) mengajak Deddy (36) untuk melakukan aksi perampokan saat Deddy hendak bekerja sebagai sopir taksi online di bandara.

Fauzi menawarkan NS (Korban) untuk diantarkan oleh Deddy ke lokasi tujuan di Kota Medan.

Di tengah jalan, Deddy disuruh oleh Fauzi untuk segera beraksi merampok harta benda milik NS.

Namun Deddy juga melarang Fauzi saat hendak meraba tubuh NS dalam taksi.

NS mengelak.

NS pun mengeluarkan seluruh harta bendanya asal tidak dilecehkan oleh Deddy.

NS kemudian menyerahkan sejumlah ATM dan dua unit handphone bermerk Apple senilai Rp 25.000.000 kepada Deddy agar tidak dilukai.

Halaman
12
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved