Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Siswi SMP di Surabaya Sakit Rahang Akibat Ditampar dan Dipaksa Guru Gigit Sepatu

Seorang guru di SMPN 44 Surabaya diduga melakukan kekerasan pada tiga siswi hingga sakit rahang akibat ditampar dan dipaksa untuk gigit sepatu

Editor:
Internet
Ditampar dan Dipaksa Guru Gigit Sepatu, Siswi SMP di Surabaya Sakit Rahang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang guru di SMPN 44 Surabaya diduga melakukan kekerasan pada tiga siswi.

Menurut para orangtua, anak mereka ditampar serta disuruh menggigit sepatu dan kaus kaki.

Aprilia, ibu seorang siswi berinisial M, menceritakan kejadiannya, Jumat (26/10/2018).

"Ceritanya ada anak yang disuruh mencatat siapa saja yang ramai, tapi anak saya nggak rame waktu itu. Akhirnya anakku yang kena. Dipikirnya anak saya ini onar, padahal nggak," ujarnya, Jumat (26/10/2018), dikutip dari Surya.co.id.

April tak terima lantaran, menurut penuturannya, anaknya itu dikenal pendiam.

"Dia keluar dari bangku tanya dengan temannya. Lalu yang kedua dia keluar dari bangku untuk mengambil minum yang disediakan di kelas. Lalu mereka dicatat dan dipanggil sehingga dihukum," tuturnya.

"Tapi yang kemarin paling parah, disuruh gigit kaos kaki hingga sepatu," imbuhnya.

Muhammad Sam, orangtua murid berinisial S, mengatakan hal serupa.

Ia menyebutkan, rahang anaknya sampai sakit akibat hukuman dari guru.

"Semalam mengaku sakit karena dihukum oleh gurunya, disuruh menggigit kaos kaki dan memasukkan sepatu ke mulutnya," ungkapnya.

Kadispendik Surabaya Ikhsan menyatakan sudah meminta klarifikasi guru bersangkutan.

Menurut keterangan yang disampaikan Ikhsan, guru Bahasa Indonesia itu mengaku khilaf dan geram.

"Tadi setelah kami tanya ke yang bersangkutan, oknum tersebut mengakui dan mengaku khilaf dan gregetan dengan anak-anak, dan mengaku sudah berkali-kali diingatkan," kata Ikhsan.

Guru itu kini diskors, tak boleh mengajar, dan anak-anak yang menjadi korban juga dibina Dispendik.

"Dia sekarang dalam pembinaan kami. Dan sebenarnya kami selalu mengingatkan, bahwa mendisiplinkan anak, karena kita di dunia pendidikan, maka harus yang edukatif untuk membangun dan mendidik anak-anak," kata Ikhsan.

Simak video berikut ini :

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved