Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paruh Kedua 2019, Singapura Uji Coba Taksi Terbang

Volocopter, perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang multirotor helikopter elektrik akan menguji coba taksi udara nir awak di Singapura

Editor: David_Kusuma
(Volocopter)
Ilustrasi taksi terbang di Singapura 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Volocopter, perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang multirotor helikopter elektrik akan menguji coba taksi udara nir awak di Singapura. Proyek tersebut direncanakan akan mulai berjalan pada paruh kedua tahun 2019.

Uji coba dimaksudkan untuk memvalidasi dan memverfikasi kemampuan transportasi terbang perusahannya. Kemudian, mereka akan mendemonstrasikan penerbangan tersebut kepada publik.

Dalam pengembangan proyek ini, Volocopter didukung oleh pemerintah Singapura melalui Kementrian Transportasi, Otoritas Penerbangan Sipil, dan Dewan Pengembangan Ekonomi. Uji coba di Singapura ini merupakan uji coba lanjutan setelah sebelumnya dilakukan Volocopter di Jerman untuk taksi udara, dan pesawat autonomus di Dubai pada tahun 2017.

"Uji coba di Singapura akan dilakukan di dalam lingkungan urban dan sepenuhnya berada di kondisi iklim yang berbeda di banding Jerman," jelas Alex Zosel, co-founder Volocopter, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Digital Trends, Jumat (26/10/2018).

Baca: (VIDEO) Selamat dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Ini Tewas ketika Beraksi di India

Zosel menambahkan jika aspek lingkungan urban dan iklim akan menjadi pertimbangan untuk mengembangkan taksi terbang di dalam lingkup kota.

"Kemudian di Singapura, kami akan mencari rute komersil yang potensial untuk uji coba. Untuk menggunakan rute-rute tersebut, kami akan bekerja dalam integrasi udara di wilayah udara yang lebih rendah di atas kota, sebuah aspek penting untuk menerapkan cara baru transportasi ini," imbuhnya.

Metode lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) dari taksi udara di Singapura nantinya, kurang lebih mirip dengan helikopter. Namun akan menggunakan teknologi seperti drone atau pesawat tanpa awak, meskipun dengan 18 rotor, bukan empat seperti yang umum ditemukan pada quadcopter.

Taksi terbang nantinya bisa mengangkut dua orang dengan jarak tempuh di bawah 30 kilometer. Transpostasi udara ini menggunakan daya listrik, bebas emisi, dan diklaim akan terbang tanpa mengeluarkan suara bising.

"Kami berharap rute taksi terbang komersil pertama akan dibuka dalam tiga hingga lima tahun," jelas Zosel.

"Jadi saat saya mundur, dalam kurun waktu 12 tahun, saya ingin ada sistem infrastruktur penuh Volocopter setidaknya di 10 kota di sleuruh dunia," tambah Zosel.

Artikel di tribunmanado.co.id ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Singapura Uji Coba Taksi Terbang 2019"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved