RUU Pendidikan Agama, Ketua MD GPdI Sulut Pdt Yvonne Awuy Sebut Sekolah Minggu Bagian dari Gereja

Terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama, ada banyak pihak beda pandangan, termasuk sebagian tokoh GPdI

RUU Pendidikan Agama, Ketua MD GPdI Sulut Pdt Yvonne Awuy Sebut Sekolah Minggu Bagian dari Gereja
FACEBOOK
Yvonne Awuy Lantu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama, ada banyak pihak yang punya pandangan berbeda, termasuk sebagian tokoh GPdI.

Menurut Ketua Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara (Sulut) Pdt Yvonne Awuy Lantu, Sekolah Minggu adalah bagian dalam dari suatu gereja.

"Sekolah Minggu merupakan bagian dari gereja itu sendiri. Kalaupun didaftar nanti guru sekolah Minggunya merasa bukan bagian dari gereja itu," kata Pdt Yvonne.

"Selain itu, ketika pelayanan sekolah Minggu harus didaftarkan ke pemerintah, pasti akan terjadi tumpang tindih," ungkap Pdt Yvonne kepada Tribunmanado.co,id via telepon, Kamis (25/10/2018).

Baca: Terkait RUU Pesantren dan PA, Pdt Rende Tegaskan SM dan Katekisasi Bukan Pendidikan Formal

Menurutnya, sekolah Minggu adalah bagian dari pendidikan di gereja.

Istilah Sekolah Minggu itu sendiri diberikan pada zaman dulu di mana pada saat ibadah Minggu, antara pelayanan khotbah bagi orangtua dan pelayanan bagi anak dipisahkan.

"Karena daya ingat dan perilaku anak dan orang dewasa itu berbeda, maka dipisahkan sesuai dengan kategori umur," sebutnya.

Baca: PGI Protes RUU Atur Sekolah Minggu: Politisi PDIP Sulut Minta Masukan

Dijelaskan bahwa Sekolah Minggu saat ini tidak hanya dilakukan pada hari Minggu, melainkan bisa juga dilakukan pada hari tertentu yang istilah bukan lagi dibilang Sekolah Minggu.

Seperti di Pantekosta, kata dia, dilakukan pada hari biasa yang istilahnya dibilang Rabu Gembira, Kamis Ceria, dan masih lagi istilah digunakan untuk pelayanan kepada anak.

"Selain itu, waktu dan pengajarannya tidak sama dengan sekolah formal yang harus dilakukan 5 sampai 6 hari dalam seminggu, dengan beberapa jam dibandingkan Sekolah Minggu yang hanya dilakukan pada hari tertentu dengan waktu hanya 1 sampai 2 jam," tegasnya.

Perwakilan fraksi menyerahkan pendapat tertulisnya terkait RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan kepada pimpinan DPR dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun Sidang 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Perwakilan fraksi menyerahkan pendapat tertulisnya terkait RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan kepada pimpinan DPR dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun Sidang 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) ()

Baca: PGI Soroti RUU Pesantren & Pendidikan Agama: Sekolah Minggu & Katekisasi Wajib Terdaftar di Kemenag

Halaman
123
Penulis: Chintya Rantung
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved