Perbankan kian Deras Mengucurkan Kredit ke Pegawai

Ceruk kredit kepegawaian alias payroll loan masih cukup besar. Pertumbuhan produk konsumer ini terbilang baik

Perbankan kian Deras Mengucurkan Kredit ke Pegawai
Tribun Manado
Kantor Wilayah BNI di Jalan Datulolong Lasut 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Ceruk kredit kepegawaian alias payroll loan masih cukup besar. Pertumbuhan produk konsumer ini terbilang baik, walaupun tren suku bunga kredit di pasar terus naik.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) misalnya, baru saja mulai fokus ke kredit kepegawaian. Direktur Konsumer BTN Budi Satria menjelaskan, produk yang dibalut dengan tajuk BTN Kring ini terbilang masih muda. Kendati demikian, bank spesialis kredit perumahan ini mematok target cukup besar di akhir tahun yakni mencapai Rp 5 triliun untuk kredit payroll.

Sampai kuartal III-2018 setidaknya total realisasi payroll loan BTN sudah mencapai Rp 3,4 triliun. Untuk mengejar target tersebut pihaknya terus memperluas kerjasama dengan berbagai perusahaan yang memang telah menjadi nasabah bank spesialis kredit pemilikan rumah (KPR) tersebut.

"Sejauh ini rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kredit payroll di BTN masih cukup rendah yakni di angka 2 persen," ujar Budi, Rabu (24/10). 

Adapun Bank BNI pada akhir September 2018 berhasil mencatatkan pertumbuhan payroll loan sebesar 43,7 persen (yoy) menjadi Rp 22,76 triliun.

Direktur Ritel Banking BNI Tambok P Setyawati mengatakan, pertumbuhan kredit kepegawaian tersebut sudah jauh melampaui target pertumbuhan antara 15 persen sampai 20 persen tahun ini.

"Pertumbuhan kredit kepegawaian BNI antara lain berasal dari nasabah payroll, terutama para pegawai yang bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), institusi pemerintah dan perusahaan swasta besar," kata Tambok, Selasa (23/10).

Sementara Bank Jawa Timur (Jatim) tak memasang target tinggi untuk payroll loan. Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha beralasan, sampai dengan Agustus 2018 total realisasi kredit payroll baru mencapai Rp 18,7 triliun atau hanya tumbuh 4,3 persen (yoy) dibandingkan posisi tahun sebelumnya Rp 17,8 triliun.

Alhasil Bank Jatim hanya memasang target pertumbuhan 7 persen di akhir 2018. Meski begitu, rasio NPL payroll Bank Jatim masih rendah di level 0,27 persen per Agustus 2018.(ktn)

Editor: Herviansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved