Kinerja Bank Besar di Atas Industri Bank

Bank besar masih mendominasi industri perbankan Tanah Air. Pertumbuhan kinerja bank-bank besar sampai kuartal III-2018 masih berada diatas industri.

Kinerja Bank Besar di Atas Industri Bank
TRIBUN MANADO/HERVIANSYAH
Pagelaran BNI Yap! Fest Manado 2018 di Megamas, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (7/4/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Bank-bank besar masih mendominasi industri perbankan Tanah Air. Tengok saja, pertumbuhan kinerja bank-bank besar sampai kuartal III- 2018 masih berada di atas industri. Paling tidak, tampak dari kinerja trio bank BUMN, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank BNI dan Bank Mandiri.

Dari sisi kredit, laba dan asset, tiga bank besar ini hampir seluruhnya mencatat pertumbuhan dua digit. Secara bank only, hanya Bank Mandiri yang mencatat pertumbuhan aset satu digit, yaitu 8,15% secara tahunan atau year on year (yoy) sampai kuartal III-2018.

Pertumbuhan kredit bank only BRI, Bank Mandiri dan BNI masing-masing 13,89 persen, 17,11 persen, dan 13,27 persen  (yoy). Pertumbuhan kredit tiga bank ini melebihi rata-rata industri yang sebesar 12,7 persen (yoy).

BRI yang kemarin mempublikasikan laporan keuangan kuartal III-2018 mencatat, laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp 23,5 triliun, meningkat 14,6 persen secara tahunan dibandingkan periode sama 2017 sebesar Rp 20,5 triliun.

Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI, menjelaskan, pendorong laba ini adalah kenaikan pendapatan bunga bersih dari penyaluran kredit. Selain itu fee based income yang naik 18,4 persen (yoy).

"Realisasi penyaluran kredit BRI sampai dengan kuartal III-2018 sebesar Rp 808,9 triliun atau naik 16,5 persen dibandingkan periode sama tahun 2017 yang sebesar Rp 694,2 triliun," kata Haru dalam paparan kinerja, Rabu (24/10).

Segmen UMKM memberikan kontribusi terbesar, yakni Rp 621,8 triliun atau 76,9 persen dari total kredit. Sampai kuartal III-2018, pertumbuhan kredit UMKM BRI naik 16,5 persen (yoy).Seiring pertumbuhan kredit rasio kredit bermasalah atau NPL BRI sampai kuartal 3 2018 sebesar 2,5 persen.

BRI juga memperbaiki efisiensi. Rasio BOPO sampai kuartal III-2018 sebesar 70,6 persen, membaik dibandingkan periode sama 2017 sebesar 73,2 persen.

BRI optimistis, pertumbuhan kredit sampai akhir 2018 bisa sesuai target. Menurut Haru, sampai kuartal III, beberapa indikator kinerja, seperti kredit dan laba sudah melampaui target sampai akhir tahun.

Sampai akhir tahun ini, BRI menargetkan pertumbuhan kredit 12-13 persen dan laba 9-11 persen. Kredit UMKM diperkirakan masih menjadi pendorong sampai akhir tahun. Tahun depan BRI berharap tumbuh 14% yoy. Proyeksi pertumbuhan kredit bisa berubah seiring risiko likuiditas. (ktn)

Editor: Herviansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved