Rektor Unsrat Sebut Membumikan Pancasila di Era Milenial

Membumikan Pancasila di era milenial adalah tema yang diusung pada pelaksanaan Talkshow Pancasila Goes to Campus, di Auditorium Unsrat Manado, Sulut.

Rektor Unsrat Sebut Membumikan Pancasila di Era Milenial
ISTIMEWA
Membumikan Pancasila di era milenial adalah tema yang diusung pada pelaksanaan Talkshow Pancasila Goes to Campus, di Auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (24/10/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Membumikan Pancasila di era milenial adalah tema yang diusung pada pelaksanaan Talkshow Pancasila Goes to Campus, di Auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (24/10/2018).

Rektor Unsrat Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA dan Gubernur Provinsi Sulut Olly Dondokambey SE, tampil sebagai pembicara.

Dipandu moderator Drs Tuerah Agust Musa Ronny Gosal M.Si selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan.

"Mengutip hasil survei oleh CSIS dan lingkaran survei Indonesia terhadap generasi muda milenial tidak setuju ideologi pancasila diganti. Dalam survei presentasi generasi milenial tidak setuju ideologi pancasila diganti 90,5 persen," kata Kumaat.

Melihat hasil ini rektor Ellen merasa dan mengajak semua mahasiswa patut bersyukur karena mayoritas warga Indonesia menghendaki Pancasila sebagai ideologi negara.

"Tantangan kita sekarang adalah bagaimana di era yang serba digital, mobile dan virtual ini kreativitas yang lahir dari komitmen teguh untuk membumikan Pancasila justru dituangkan dalam berbagai media modern tersebut," pintanya.

Kata Ellen Pancasila tidak hanya dilihat sebagai ideologi belaka, tetapi juga perekat perbedaan dan keberagaman yang ada di Indonesia.

"Oleh karena itu harus terus dijaga seluruh masyarakat Indonesia terutama para generasi muda, generasi milenial yang tengah mengukir masa depan bangsa," tandasnya.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dodokambey SE dalam sambutannya mengatakan, mengapa harus memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan?

Dijelaskan Olly, dalam pandangan Presiden Soekarno, tidak ada dua bangsa yang cara berjuangnya sama.

Tiap-tiap bangsa memiliki karakteristik sendiri dengan cara berjuang sendiri.

Karakteristik Indonesia adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukan.

"Perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat untuk menopang karakteristik tersebut," kata Olly.

Lanjut Gubernur, empat pilar dari konsepsi kenegaraan Indonesia merupakan prasyarat minimal bagi bangsa ini untuk bisa berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia sendiri, karena mengandung prinsip-prinsip moral keindonesiaan untuk mencapai perikehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dimasukkannya Pancasila sebagai bagian dari empat pilar, semata-mata untuk menjelaskan adanya landasan ideologi dan dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila yang menjadi pedoman penuntun bagi pilar-pilar kebangsaan dan kenegaraan lainnya‎.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved