Politeknik Negeri Manado Gelar Festival Seni Budaya

Politeknik Negeri Manado adakan Festival Seni Budaya di Auditorium Politeknik Manado, Selasa (23/10/2018).

Politeknik Negeri Manado Gelar Festival Seni Budaya
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Politeknik Negeri Manado adakan Festival Seni Budaya di Auditorium Politeknik Manado, Selasa (23/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Politeknik Negeri Manado adakan Festival Seni Budaya di Auditorium Politeknik Manado, Selasa (23/10/2018).

Acara itu berlangsung spektakuler.

Kegiatan itu mulai menarik perhatian ketika para duta budaya mengucapkan selamat datang.

Mereka membawakan ucapan selamat dengan berbagai bahasa daerah. Ada di daerah Sulawesi Utara (Sulut) dan ada yang berada di luar Sulut.

Baca: Lulusan Tak Diterima di Penerimaan CPNS 2018 di Minut, Politeknik Manado Menghadap Menpan RB

Diselingi Maengket dan beberapa selingan lainnya, kegiatan menampilkan juga parade pakaian adat. Ada tarian kebersamaan. Ada demo masak juga pameran makanan tradisional.

Wakil direktur (wadir) 1 bidang akademik  Dra. Maryke Alelo, MBA, pengagas acara mengatakan Festival Seni budaya Nusantara  Politeknik Negeri Manado 2018 adalah pengejawantahan dari nilai2 luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Festival ini juga adalah ekspresi pembelajaran MKWU   atau Mata kuliah Wajib Umum.

"Inj terdiri dari Pancasila, Kewarganegaraan, Agama, dan Bahasa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam mata kuliah ini harus diwujudkan secara nyata dalam praktek  berbangsa, dalam hubungan dgn sesama civitas akademika," katanya.

Baca: Daftar Lengkap Pemenang Kejuaraan Bridge Terbuka Dies Natalis ke-31 Politeknik Negeri Manado

Ia mengatakan dari festival ini mereka disadarkan bahwa mereka  memiliki ragam budaya, ragam adat istiadat, ragam agama, ragam ekspresi dan kuliner tetapi semua itu menjadi perekat dan bukan pemisah.

"Politeknik Manado  melalui Festival ini bertekad mengukuhkan komitmen kebangsaan,  persatuan dan kesatuan Indonesia. NKRI  adalah harga mati yang tidak dapat ditawar. Melalui festival budaya  Nusantara, Politeknik  Manado bertekad untuk mendukung upaya pemerintah di bidang pariwisata dan menjadi salah satu sentra budaya untuk masuk dalam event Pariwisata  Manado," katanya.

Acara lalu dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Manado Ir. Ever Notje Slat, MT. Keseluruhan acara ditutup dengan ramah tamah.

 
 

Penulis: David_Manewus
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved