Patung Maria Bunda Segala Suku akan Dipersembahkan kepada Paus Fransiskus

Patung Maria Bunda Segala Suku (MBSS) akan dibawa ke Vatikan dan dipersembahkan kepada Paus Fransiscus.

Patung Maria Bunda Segala Suku akan Dipersembahkan kepada Paus Fransiskus
Uskup Agung Jakarta, Mgr I Suharyo menandatangani prasasti peresmian Museum Maria Bunda Segala Suku (tengah) didampingi oleh Gomas Harun (baju putih) dan AM Putut Prabantoro (surjan hitam), di Gedung Marian Center Indonesia, Jakarta, Sabtu (20/10/2018). 

Dalam konteks ini, Bunda Maria menjadi perantara bagi bangsa Indonesia untuk mencintai bangsa dan tanah air (Per Mariam Ad Patriam).

Peresmian Museum MBSS ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mgr Suharyo yang disaksikan oleh Gomas Harun sebagai penggagas Museum dan AM Putut Prabantoro, sebagai Ketua Panitia Peresmian Museum MBSS.

Dalam kotbahnya, Mgr. Suharyo mengatakan, devosi kepada Maria Bunda Segala Suku (MBSS) merupakan simbol dan sekaligus diharapkan mendorong Umat Katolik Indonesia melibatkan diri pada situasi yang nyata.

Munculnya devosi kepada MBSS tidak dapat dilepaskan dari berbagai persoalan dan ancaman konflik horisontal yang membahayakan persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia.

Uskup Agung
Uskup Agung ()

Oleh karena itu harus dipahami bahwa devosi kepada MBSS bukan hanya urusan pribadi tetapi terkait erat dengan ungkapan kearifan pribadi yang tidak dipisahkan dengan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini.

“Devosi yang bertumbuh disini bukanlah devosi yang menjauhkan orang dari kehidupan tetapi justru kontekstual. Bangsa Indonesia sedang mengalami suatu masalah. Devosi kepada MBSS bertumbuh agar kita terlibat di dalam menjaga, merawat kesatuan dari bangsa Indonesia yang sangat plural. Akhirnya setelah perjalanan panjang, lahirlah Museum Maria Bunda Segala Suku. Kita semua berharap semoga di ruangan kecil ini semangat Bunda Maria dapat semakin merasuk ke dalam batin siapa pun yang ikut di dalam devosi kepadanya,” ujar Mgr Suharyo.

Museum MBSS berisi beberapa lukisan dan patung Bunda Maria dari berbagai suku seperti Jawa, Dayak, Bali dan Papua.

Editor: Aldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved