Prediksi Rupiah: Peluang Penguatan, IHSG Dibayangi Sentimen

Rupiah secara tidak terduga kembali menunjukkan penguatan akhir pekan lalu. Jumat (19/10), rupiah spot menguat 0,05% ke level

Prediksi Rupiah: Peluang Penguatan, IHSG Dibayangi Sentimen
kontan
Uang dolar AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rupiah secara tidak terduga kembali menunjukkan penguatan akhir pekan lalu. Jumat (19/10), rupiah spot menguat 0,05% ke level Rp 15.187 per dollar Amerika Serikat (AS).

Namun, posisi mata uang Garuda di kurs tengah Bank Indonesia masih melemah 0,22% ke posisi Rp 15.221 per dollar AS.

Nah, awal pekan ini pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal. Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong mengatakan, pasar kini menunggu data estimasi Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal III-2018. "Datanya dapat mengkhawatirkan karena bisa memposisikan dollar AS di atas angin," ujar dia.

Baca: Prediksi Rupiah Terimbas Faktor Eksternal: Volume Transaksi Waran Merosot

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan, selain hasil notulen FOMC, masih ada perhatian pasar seputar ketegangan diplomatik antara Negeri Paman Sam dengan Arab Saudi terkait kenaikkan harga minyak.

"Juga ada kekhawatiran datang dari Italia yang tetap mempertahankan defisit anggarannya di atas aturan Uni Eropa," jelas dia.
Dari dalam negeri, para pelaku pasar menanti pengumuman BI 7 Day Repo Rate (BI-7DRR) yang akan dikeluarkan pada 23 Oktober 2018.

Ini membuat David memprediksi, rupiah berpeluang lanjutkan penguatan di kisaran Rp 15.150-Rp 15.220 per dollar AS. Sedangkan Lukman memperkirakan, rupiah ada dalam rentang Rp 15.175-Rp 15.225 per dollar AS.

Uang dolar AS
Uang dolar AS (kontan)

Proyeksi IHSG
Dibayangi Sentimen Rapat BI

Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berlanjut pada awal pekan ini. Jumat (19/10) lalu, indeks saham ditutup turun 0,14% ke level 5.837,29. Investor asing mencatatkan penjualan bersih alias net sell senilai Rp 255,89 miliar.

Dennies Christoper Jordan, analis Artha Sekuritas, memprediksi, pelaku pasar akan cenderung mengantisipasi hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) terutama terkait kebijakan suku bunga acuan. "Sehingga indeks akan cenderung melemah," kata dia, akhir pekan lalu.

Monitoring lalay pergerakan IHSG
Monitoring lalay pergerakan IHSG (kontan)

Selain itu, indikator teknikal juga masih mengindikasikan pelemahan dalam jangka pendek. Stochastic membentuk dead cross di area jenuh beli alias overbought.

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat, indeks berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

Menurut dia, rilis laporan kinerja keuangan emiten kuartal III-2018 masih akan mewarnai pola pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

Baca: Per September Laba Pegadaian Rp 1,98 T: Begini Prediksi IHSG dan Rupiah

Selain itu, data fundamental ekonomi juga akan menopang IHSG. "Sehingga indeks masih dapat terus menguat dalam jangka pendek, menengah maupun panjang," kata William.

Sekalipun terjadi koreksi wajar, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk akumulasi beli. Prediksi William, Senin, IHSG rebound dan bergerak antara resistance 5.911 dan support 5.702.

Sedang Dennies menghitung indeks rentan terkoreksi dengan kisaran pergerakan 5.766-5.896. (Anna Maria Anggita Risang/Disa Ayulia Agatha)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved