PDAM Jelaskan Kendala Pelayanan Air di Bitung, Dapat Dukungan Berbagai Pihak

Terkait berbagai keluhan masyarakat terhadap pelayanan air di Kota Bitung, PDAM Dua Sudara beri penjelasan, Senin (22/10/2018).

PDAM Jelaskan Kendala Pelayanan Air di Bitung, Dapat Dukungan Berbagai Pihak
TRIBUN MANADO/CHINTYA RANTUNG
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dua Sudara melalui Direktur Utama Raymond Luntungan menjelaskan kepada sejumlah wartawan, Senin (22/10/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Terkait berbagai keluhan masyarakat terhadap pelayanan air di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dua Sudara melalui Direktur Utama Raymond Luntungan menjelaskan kepada sejumlah wartawan, Senin (22/10/2018).

Dikatakannya, permasalahan tersebut di antaranya perpipaan untuk air minum masih terbatas, masih berada di daratan.

Bahkan di Pulau Lembeh yang merupakan warga Bitung sampai saat ini belum bisa dijangkau.

"Dikarenakan perpipaan bawah laut putus akibat jangkar kapal dan untuk menyambungkan sangat susah," kata dia.

Masalah lainnya soal jaringan air perpipaan PDAM yang di bangun dari tahun 1970, sampai sekarang belum direhabilitasi pergantian total yang masih menggunakan, sedangkan umur teknis sudah jauh.

Non-revenue water atau kehilangan air masih sangat tinggi, masih ada yang mengolah air seperti di Lembeh dan batu putih, Makawilei, Dua Sudara walaupun SDM terbatas.

"Selain itu andalan air di kota Bitung saat ini sangat menurun dan termasuk jaringan pipa belum terbangun dan belum mengoptimalkan air sungai dan laut," katanya.

Dijelaskannya, strategi yang kita lakukan sampai 2020 yaitu dengan meminta hibah air minum perkotaan, menurunkan tingkat kehilangan air, memasang pipa air laut sehingga Lembeh bisa terjangkau serta pemasang pipa transmisi.

Raymond menambahkan PDAM optimis upaya yang sementara dilakukan pihaknya akan mengatasi berbagai kendala yang menghambat suplai air minum ke masyarakat mengingat dukungan Pemkot Bitung begitu tinggi.

"Dengan dibantu Kementerian PU dalam menambah kapasitas produksi, spam strategis dan KEK dan IHB. Serta dukungan pemerintah dengan penyertaan modal sebesar 100 miliar, tahun ini hampir 10 miliar lewat APBD DAK untuk pipa air minum," sebutnya.

(Tribunmanado.co.id/Chintya Rantung)

Penulis: Chintya Rantung
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved