Likuiditas Jiwasraya Terganggu: OJK Mengendus sejak Awal Tahun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) enggan dituding tak mengawasi Asuransi Jiwasraya. Regulator industri keuangan ini mengklaim,

Likuiditas Jiwasraya Terganggu: OJK Mengendus sejak Awal Tahun
kontan
Warga berjalan di depan Kantor Jiwasraya 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) enggan dituding tak mengawasi Asuransi Jiwasraya. Regulator industri keuangan ini mengklaim, sejak jauh-jauh hari sudah mencium potensi gangguan likuiditas di perusahaan asuransi pelat merah ini.

Deputi Komisioner Pengawasan IKNB II OJK Moch. Ichsanuddin menjelaskan, regulator mengetahui ada potensi kesulitan likuiditas ini sejak awal tahun 2018. Hal itu berasal dari laporan berkala yang diserahkan Jiwasraya kepada OJK.

Ada dua poin yang menjadi perhatian. Pertama adalah soal tren kinerja investasi. Seperti diketahui, kinerja pasar modal di tahun menunjukan penurunan sehingga berdampak pada hasil investasi industri asuransi jiwa. Tak terkecuali Jiwasraya.

Baca: Jiwasraya Bayar Bunga, Pemegang Polis Sedikit Lega

Pemain asuransi jiwa pelat merah ini mempunyai portofolio saving plan yang menjanjikan imbal cukup tinggi kepada nasabah. Maka, regulator mengingatkan manajemen Jiwasraya menjaga likuiditas agar kewajiban kepada pemegang polis bisa terjaga.

Kedua, kata Ihsanuddin, perolehan premi yang masuk ke kantong Jiwasraya juga menukik. Hal ini membuat beban likuiditas Jiwasraya semakin berat karena seretnya pendapatan untuk menutup selisih likuiditas.

Menunggu audit

Sepanjang tahun lalu total premi Jiwasraya itu mencapai Rp 21,9 triliun. Tapi di tahun ini, masuk bulan keempat baru Rp 3 triliunan. "Bahkan sampai saat ini preminya masih belum sampai Rp 8 triliun," terangnya, Kamis (18/10).

Menurutnya manajemen Jiwasraya juga sudah berupaya membenahi likuiditas. Sialnya kondisi pasar modal memang tidak mendukung.

Sedangkan sebagai BUMN, Jiwasraya tak bisa seenaknya melakukan cut loss. "Kalau mereka cut loss bisa dianggap merugikan negara," katanya.

OJK masih menunggu audit investasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dari situ, baru regulator akan memikirkan langkah membenahi persoalan Jiwasraya.
Sayang, tak ada satupun manajemen Jiwasraya yang bisa dihubungi menanggapi pernyataan OJK ini.

OJK
OJK (kompas.com)
Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved