Caleg Golkar Sulut Jualan Jokowi: Rebut Coattail Effect Petahana

Elektabilitas capres petahana Joko Widodo tak banyak berpengaruh untuk mendongkrak elektabilitas Partai Golkar di Pemilu Serentak 2019.

Caleg Golkar Sulut Jualan Jokowi: Rebut Coattail Effect Petahana
RYO NOOR
Pelantikan Golkar Sulut 

Struktur partai, ujar dia, juga sudah terbentuk hingga ke pelosok. Partai juga mencoba memikat pemilih dengan isu. "Keadaan saat ini ekonomi seperti ini, tentu ada romantisme sejarah mengenai bangsa Indonesia yang makmur di era Presiden Soeharto, banyak warga Indonesia termasuk di Sulut masih kagum pada Pak Harto," kata dia.

Paulus menargetkan raihan enam kursi untuk DPRD Sulut. "Minimal tiap dapil ada kursi satu, kami optimis bisa," kata dia.

Taufik Tumbelaka
Taufik Tumbelaka (TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS)

PDIP Relatif Aman di Pileg

Taufik Tumbelaka, pengamat politik menilai, parpol pengusung dan pendukung Jokowi di Sulut tentunya akan dapat coattail effect, namun tampak tidak akan berpengaruh signifikan. Hal ini dikarenakan sebagian besar parpol pengusung dan pendukung Jokowi akan terpecah konsentrasi kepada pemilu legislatif.

Ada fakta untuk Sulut dapat dianggap PDIP sudah aman dengan target pileg sehingga bisa berbagi fokus dengan pilpres. Namun parpol lain tidak demikian dikarenakan sejumlah parpol harus berupaya ekstra guna meraih target politik di pileg.

Misalkan Partai Golkar yang tentu di bawah kepemimpin Christiany Eugenia Paruntu CEP (Tetty Paruntu) akan punya target khusus di pileg. Demikian pula Nasdem yang dipimpin Max Lomban yang punya target khusus di pileg Sulut dan target masional karena berjuang secara nasional untuk mencapai parlementary treshold (PT) 4 persen.

Diprediksi untuk Pilpres 2019 nanti di Sulut hanya PDIP yang benar all out atau habis-habisan untuk Jokowi. Ini dikarenakan ada pertaruhan reputasi pamor politik dari tokoh PDIP seperti Olly Dindokambey. Jika Jokowi kalah di Sulut akan berimbas kepada pamor pokitik OD di tingkat nasional.

Sisi lainnya khusus untuk Pilpres 2019 nampak pengaruh variabel Jokowi selaku pribadi juga yang akan lebih dijadikan orang tertarik. Jokowi selaku presiden telah cukup memiliki popularitas tinggi, jadi pengaruh parpol pengusung dan pengusung agak mengecil. Parpol lebih bermain di seputaran penguatan pembentukan opini publik. (Tribun/kps/dtc/art/amg)

COAT-TAIL EFFECT

Koalisi Jokowi-Ma’ruf
- (1) PDIP): 24,8%
- (3) Partai Golkar: 11,3%
- (4) PKB: 6,7%
- (6) PPP: 3,2%
- (8) Nasdem: 2,2%
- (9) Perindo: 1,7%
- (11) Hanura: 0,6%
- (13) PSI: 0,2%
- (16) PKPI: 0,1%
- Total 50,8%

Koalisi Prabowo-Sandiaga
- (2) Partai Gerindra: 13,1%
- (5) Partai Demokrat: 5,2%
- (7) PKS: 3,9%
- (10) PAN: 1,4%
- (14) Partai Berkarya: 0,1%
- Total 23,6%

Belum Nyatakan Sikap Resmi
- (12) Partai Bulan Bintang (PBB): 0,2%
- (15) Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda): 0,1%
- (17) Tidak Tahu/Tidak Jawab/Belum: 25,2%

Sumber: LSI Denny JA (12-19 Agustus 2018)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved