Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bantuan Uni Eropa untuk Korban Gempa Sulteng Capai Rp 314 Miliar

Sebuah delegasi Uni Eropa mengunjungi Palu, Sulawesi Tengah untuk menunjukkan solidaritas kepada warga korban gempa dan tsunami.

Editor:
Uni Eropa
Rombongan Dubes Uni Eropa di Jakarta saat berkunjung ke Palu, Sulawesi Tengah (19/10/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah delegasi Uni Eropa mengunjungi Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/10/2018) untuk menunjukkan solidaritas kepada warga korban gempa dan tsunami.

Selain itu rombongan yang dipimpin Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend menawarkan bantuan kepada pemeritah Indonesia dalam upaya pembangunan kembali pasca-bencana.

Di Palu, rombongan mengunjungi pusat kordinasi operasi gabungan untuk bantuan internasional dan berteua dengan Sekjen BNPB Dody Ruswandi.

Kedua pejabat itu kemudian mendapatkan penjelasan soal perkembangan terbaru dari petugas pusat operasi gabungan, Badan PBB urusan Bantuan Kemanusiaan (OCHA), Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (AHA Centre), PMI, dan Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa (EUCP).

Dubes Uni Eropa bersama rombongan juga menyaksikan kehancuan di Desa Petobp yang terdampak likuefaksi tanah.

Rombongan juga mengunjugi wilayah lain yang terdampak bencana antara lain Tinggede di Sigi dan Palu.

Akhirnya, rombongan meninjau operasional instalasi penyulingan air sumbangan Perancis dan Denmark di kawasan bencana.

Sementara itu, menurut siaran pers yang diterima Kompas.com, Uni Eropa sudah mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil (EUCP) menyusul permintaan dari pemerintah Indonesia.

Mekanisme ini memungkinkan negara-negara Uni Eropa menawarkan bantuan bagi pemerintah Indonesia terkait upaya pemulihan pasca-bencana.

Hingga 17 Oktober 2018, pemerintah Indonesia sudah menerima tawaran bantuan dari delapan negara Uni Eropa, yaitu:

Denmark: modul pemurnian air, generator listrik, dan delapan teknisi

Perancis: modul pemurnian air, generator listrik, dan 40 teknisi

Jerman: 43 unit generator pembangkit listrik

Italia: 100 tenda ukuran keluarga, 5 generator diesel, 200 jaring nyamuk satu unit pemurni air

Austria: 10 generator pembangkit listrik

Spanyol: 255 buah tenda

Slovakia: 12 tenda ukuran keluarga

Inggris: 1.728 tenda dan 2.400 perangkat pemurnian air

Hingga Jumat (19/10/2018), seluruh bantuan Uni Eropa sudah bernilai lebih dari 18 juta euro atau sekitar Rp 314 miliar.

Sedangkan penggalangan dana di Belanda dan Inggris saja telah mencapai 24 juta euro atau hampir Rp 420 miliar.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved