Apoteker Se-Sulut Diharapkan Tingkatkan Kompetensi

Ratusan apoteker diberikan materi soal peran apoteker masa kini, BPJS Kesehatan, Balai Besar POM Manado, juga soal diabetes.

Apoteker Se-Sulut Diharapkan Tingkatkan Kompetensi
TRIBUN MANADO/ALPEN MARTINUS
Seminar yang digelar oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulut, di lt 3 Four Points Manado, Sulut Sabtu (20/10/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ratusan apoteker se-Sulawesi Utara (Sulut) ikuti seminar yang digelar oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulut, di lt 3 Four Points Manado, Sulut Sabtu (20/10/2018).

Seminar kali ini mengusung tema peran strategis apoteker di era universal health coverage.

Dibuka oleh Korwil Indonesia Timur PP IAI Drs Benny John Pattiasina MKes Apt, dan nampak dihadiri oleh Kepala BBPOM Manado Dra Sandra Linthin MKes Apt, Angla Pelealu SKep Kabid PMP KC BPJS Kesehatan Manado, Drs Saleh Rustandi MM Apt Wakil Ketua Umum PP IAI, Lilik Yusuf Indrajaya Wakil Sekjen PP IAI, Prof Dr dr Karel Pandelaki SpPD/KEMD dokter penyakit dalam juga sebagai narasumber, Dra Adeane Wullur MKes Apt ketua PD IAI Sulut.

Ada sekitar 270 orang Apoteker se Sulut yang hadir.

Mereka diberikan materi soal peran apoteker masa kini, BPJS Kesehatan, Balai Besar POM Manado, juga soal diabetes.

Pada kesempatan tersebut John Pattiasina mengatakan bahwa apoteker adalah satu di antara 27 jenis tenaga kesehatan yang punya peran penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Tenaga apoteker menjadi penting dalam peningkatan kompetensi, sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih berkualitas," jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa organisasi si profesi IAI merupakan organisasi pembina yang mengayomi anggotanya, sehingga diharapkan Konferda bisa menghasilkan pimpinan organisasi yang bisa mengayomi anggota dalam upaya meningkatkan kompetensi.

"Pada akhirnya dapat memberikan pelayanan maksimal masyarakat," jelasnya.

Terkait universal health coverage menurutnya, hingga saat ini distribusi apoteker masih terkonsentrasi ke pusat kota.

"Diharapkan bisa didistribusi ke seluruh kabupaten kota dan kecamatan, bahkan ke seluruh puskesmas rumah sakit sudah terisi apoteker, selain pelayanan di apotek, agar pelayanan masyarakat dengan baik," jelasnya.

Ia menambahkan, program pemerintah berupa JKN, merupakan peran semua komponen kesehatan termasuk apoteker sangat penting, menyiapkan obat.

"Sehingga kompetensi harus ditingkatkan, berupa kemampuan memberikan informasi kepada pasien, monitoring sejauh mana pasien menggunakan obat dengan baik dan benar untuk mendapatkan penyembuhan, melayani pasien dengan baik, pasien dijaga," jelasnya.

Sementara itu, Gerrald Parera apoteker mengatakan, bahwa saat ini apoteker diberikan peran khusus, bisa klaim obatan ke BPJS.

"Klinik harus ada apoteker penanggung jawab, harus ada kendali mutu dan biaya," ujarnya. (Tribunmanado.co.id/Alpen Martinus)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved