Proyeksi IHSG: Koreksi Wajar hingga Dampak The Fed Memburuk

Menjelang akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke zona merah. Kamis (18/10), IHSG menurun 0,4% ke 5.845,24.

Proyeksi IHSG: Koreksi Wajar hingga Dampak The Fed Memburuk
kompas.com
Uang dollar AS 

Proyek tersebut dipasarkan dalam tiga tahap. Fase pertama dirilis pada akhir 2017 sebanyak 164 unit dengan harga mulai Rp 1,9 miliar per unit dan ludes terjual saat peluncuran dengan meraih marketing sales senilai Rp 500 miliar. Sementara di tahap kedua meluncur pada Maret 2018 sebanyak 151 unit dengan harga mulai Rp 2,5 miliar dan terjual dengan nilai penjualan Rp 487 miliar.
Melihat permintaan pasar terhadap proyek The Riviera cukup tinggi, kerjasama operasi (KSO) MTLA dan Keppel Land memutuskan untuk meluncurkan proyek tahap ketiga sebanyak 145 unit dengan harga mulai Rp 2,7 miliar hingga Rp 10 miliar.

Di tahap terakhir ini, The Riviera menargetkan penjualan Rp 700 miliar. Alhasil, total penjualan yang dibidik dari pengembangan The Riviera mencapai Rp 1,68 triliun.
Direktur Keuangan MTLA, Olivia Surodjo, mengatakan peluncuran The Riviera tahap ketiga didasari kesuksesan dua tahap pengembangan yang ludes terjual dalam waktu singkat.

Meski secara umum pasar properti menengah ke atas tengah lesu, proyek yang memiliki keunggulan dan ditawarkan dengan konsep menarik tetap memiliki prospek bagus. "Untuk pasar segmen atas, sebetulnya mereka tidak menahan diri, tetapi lebih selektif saja. Kalau ada properti yang menarik dengan konsep bagus, tetap diburu," ungkap dia, Kamis (18/10).

Atas dasar itu, pengembang harus kreatif menghadirkan produk yang menarik, terutama properti yang menyasar investor atau user yang memiliki uang cukup banyak. Adapun di segmen menengah bawah, Olivia juga melihat pasarnya saat ini masih cukup bagus.

Konsumennya memang membutuhkan tempat tinggal. "Selagi masyarakat masih butuh hunian, harga rumah terjangkau dan kemampuan mencicilnya ada, maka pasar menengah bawah tetap akan tumbuh," ungkap dia.
Head Residential Business Keppel Land, Supardi Aan, mengklaim, keberanian MTLA dan Keppel Land menghadirkan hunian seharga Rp 10 miliar di The Riviera karena permintaannya ada. Dari hasil pemasaran tahap pertama dan kedua, ada beberapa permintaan dari konsumen yang menginginkan hunian dengan tipe lebih besar lagi.

Keberhasilan MTLA dan Keppel Land di proyek pertama membuat keduanya berencana melanjutkan kongsi pengembangan proyek lain. Namun, Olivia dan Supardi belum bersedia menyebutkan proyek apa yang bakal mereka garap ke depan. "Tunggu saja sebulan atau dua bulan lagi, kami akan mengumumkan," tukas Supardi.

Pemenang 4 Blok Migas Belum Jelas

Pemerintah mengaku telah menentukan empat pemenang dari enam lelang wilayah kerja (WK) atau blok migas tahap kedua pada tahun ini. Salah satu pemenang lelang blok itu adalah perusahaan asal Italia, Eni, yang memperoleh hak pengelolaan Blok Makassar Strait.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyebutkan Eni merupakan satu-satunya perusahaan yang memberikan penawaran untuk Blok Makassar Strait. Dari hasil evaluasi lelang WK Migas Tahap Kedua 2018 pun, Eni sudah memenuhi persyaratan dari pemerintah sehingga kemungkinan besar akan ditunjuk sebagai pemenang.

Terlebih lagi, saat ini Eni tengah mengelola Lapangan Jangkrik Blok Muara Bakau yang lokasinya berdekatan dengan Blok Makassar Strait. Dengan masuknya Eni ke Makassar Strait diharapkan bisa membuat proyek migas tersebut menjadi lebih ekonomis. "Mereka memiliki fasilitas di sana, tinggal tapping pipa saja, jadi dari sisi biaya bisa lebih murah," ungkap Djoko, Rabu (17/10) lalu.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved