Konsumen Batalkan Pembelian Apartemen Meikarta

Arief, seorang warga Bekasi terpaksa harus membatalkan impiannya memiliki apartemen dengan kualitas bagus tapi harga murah

Konsumen Batalkan Pembelian Apartemen Meikarta
kompas.com
Pembangunan menara Meikarta di Kabupaten Bekasi.

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Arief, seorang warga Bekasi terpaksa harus membatalkan impiannya memiliki apartemen dengan kualitas bagus tapi harga murah di Meikarta, Cikarang, Jawa Barat.

Penangkapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro oleh KPK menjadi salah satu alasannya.

Arief yang membeli satu unit apartemen Meikarta secara tunai terpaksa melakukan pembatalan lantaran khawatir adanya kasus dugaan suap menjadikan proyek prestisius di wilayah Kabupaten Bekasi tersebut mangkrak tak jelas rimbanya.

Baca: KPK Geledah Kantor Lippo Cikarang dan Hotel Antero terkait Kasus Suap Perizinan Meikarta

"Saya sudah batalin sekitar empat bulan lalu. Tapi kepotong banyak, awalnya beli Rp 325 juta, kepotong Rp 50 juta," katanya.

Arief mengatakan, keputusan itu dilakukannya mengingat kontroversi yang terjadi pada proyek Meikarta. "Mulai gelisah dan ragu itu pas katanya izinnya engga beres dan banyak ditentang.

Waktu itu juga Deddy Mizwar, Wagub Jawa Barat, juga sempat larang dan heboh. Proyeknya juga sempet berhenti juga. Dari situ mulai bimbang dan putuskan dibatalin," katanya.

Arief menilai keputusannya untuk menjual kembali unit apartemen Meikarta yang telah dibelinya sudah tepat meskipun harus rugi Rp 50 juta.

Meikarta, perumahan terbesar yang dibangun di Bekasi.
Meikarta, perumahan terbesar yang dibangun di Bekasi. (kompas.com)

"Dengar ada kasus suap OTT KPK, saya lega juga. Biarin harus relakan Rp 50 juta melayang. Memang ada perjanjiannya si engga bisa full kembali uangnya kalau batal," paparnya.

Hal serupa juga dirasakan Praditya Yoga Pratama (23), pembeli unit apartemen Meikarta, ia kini mengaku gelisah. "Gelisah pasti ya. Tapi gambling saja, itu risiko buat orang yang mau bisnis. Soalnya apartemen dengan harga segitu cukup terjangkau. Melihat desain dan progres yang ditawarkan," kata Praditya Yoga.

Praditya Yoga mengatakan, kegelisahan tetap menghantui dirinya, karenanya ia akan melihat dan memantau terus perkembangannya. "Saya pantau saja dulu, kalau keadaannya semakin tidak jelas saya akan membatalkan pembeliannya," kata Yoga.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved