Kompetisi Ketat di Bawah Tekanan Dolar, MBTO Pilih Mempertahankan Harga

PT Martina Berto Tbk menghadapi pilihan yang sulit di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat (AS).

Kompetisi Ketat di Bawah Tekanan Dolar, MBTO Pilih Mempertahankan Harga
kompas.com
Produk kosmetik PT Martina Berto Tbk 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Martina Berto Tbk menghadapi pilihan yang sulit di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat (AS). Namun produsen kosmetik tersebut memilih untuk mempertahankan harga jual produknya.

Pilihan Martina Berto bukan tanpa perhitungan yang matang. Karena selain tekanan kurs rupiah, sebelumnya mereka sudah merasakan kelesuan daya beli. Belum lagi persaingan industri kosmetik yang semakin sengit.

Makanya alih-alih menaikkan harga jual, Martina Berto terus berupaya mencari peluang efisiensi pengeluaran. Sasaran mereka adalah penghematan biaya pabrikasi.

"Tentu kami waspada (penguatan dollar AS), walau untuk kenaikan harga belum ada rencana," ujar Bryan David Emil, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk kepada KONTAN, Rabu (17/10).

Mengintip laporan keuangan per 30 Juni 2018, total biaya pabrik Martina Berto sudah menciut 15,62% year on year (yoy) menjadi Rp 138,47 miliar. Bahan baku dan kemasan menjadi kontributor terbesar biaya pabrik hingga Rp 93,61 miliar.
Saat ini Martina Berto memiliki tiga pabrik. Pabrik di Pulogadung, Jakarta Timur menghasilkan aneka produk dan kemasan.

Kemudian pabrik di Cikarang, Jawa Barat memproduksi jamu dan simplisia. Adapun pabrik di Narogong, Jawa Barat, berfungsi sebagai pabrik maklon.

Hingga akhir tahun 2018 nanti, Martina Berto masih berharap membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 5%. Perusahaan berkode saham MBTO di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut menempuh segala cara demi mewujudkan targetnya.

Selain menambah produk anyar, Martina Berto mengurangi produk lama yang dianggap kurang laku di pasaran. Mengintip informasi dalam paparan publik yang dipublikasikan 5 September 2018, beberapa produk baru mereka seperti Sariayu Econature, Mirabella Lip Cream, Caring Color Xtra Moist dan PAC Studio Coverage.

Sejauh ini, Martina Berto masih menghitung capaian kinerja hingga September 2018. Yang pasti, sepanjang semester pertama tahun ini penjualan bersih MBTO turun 7,22% yoy menjadi Rp 277,90 miliar.

Bottom line juga berubah menjadi rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 21,65 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu mereka masih cuan Rp 3,43 miliar.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved